Ilustrasi foto tauhid
Terasmuslim.com - Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memberikan peringatan keras mengenai dua akar utama yang menyebabkan seseorang terjerumus ke dalam kesesatan.
Kesesatan pertama muncul ketika seorang hamba lebih mengagungkan analogi atau pola pikir pribadinya di atas nash Al-Qur`an dan Sunnah.
Akal manusia sejatinya memiliki keterbatasan yang sangat nyata sehingga tidak mampu menjangkau seluruh hikmah di balik ketetapan Allah SWT.
Mendahulukan logika di atas wahyu adalah bentuk kesombongan intelektual yang pernah dilakukan oleh Iblis saat menolak perintah sujud.
Al-Qur`an menegaskan bahwa tidak pantas bagi seorang mukmin memiliki pilihan lain ketika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu hukum.
Setiap argumen rasional yang bertentangan dengan dalil yang sahih dipastikan merupakan sebuah kekeliruan yang dapat menyesatkan umat.
Pilar kesesatan kedua yang tidak kalah berbahaya adalah kecenderungan manusia untuk lebih menuruti kemauan hawa nafsunya sendiri.
Hawa nafsu seringkali menjadi hijab atau penghalang yang menutupi kebenaran meskipun dalil-dalil syar`i sudah terpampang dengan sangat jelas.
Allah SWT mengingatkan dalam kalam-Nya bahwa tidak ada yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk-Nya.
Rasulullah SAW juga mengkhawatirkan umatnya terhadap fitnah syahwat dan nafsu yang dapat membinasakan kemurnian tauhid dalam dada.
Menuruti nafsu berarti menempatkan keinginan mahluk di atas perintah Khalik yang seharusnya ditaati secara mutlak tanpa syarat apa pun.
Integrasi antara logika yang liar dan nafsu yang tak terkendali merupakan kombinasi fatal yang menghancurkan tatanan spiritual seorang muslim.
Keselamatan sejati hanya dapat diraih dengan cara menundukkan seluruh pikiran dan keinginan di bawah naungan wahyu yang diturunkan Allah.
Semoga kita senantiasa diberikan hidayah untuk tetap istiqamah dalam mengikuti petunjuk syariat demi meraih rida Allah di dunia dan akhirat.