Ilustrasi jenazah
Terasmuslim.com - Sejarah Islam mencatat kisah luar biasa dari zaman Nabi Musa tentang seorang laki-laki yang dianggap pendosa oleh kaumnya.
Masyarakat Bani Israil mengenal sosok ini sebagai ahli maksiat sehingga tidak ada yang sudi memandikan jenazahnya saat wafat.
Bahkan, warga membuang jasad pria tersebut ke tempat pembuangan sampah karena merasa jijik dengan catatan kelam hidupnya.
Namun, Allah SWT kemudian menurunkan wahyu kepada Nabi Musa AS untuk mencari dan mengurus jenazah kekasih-Nya tersebut.
Nabi Musa pun terkejut karena diperintahkan Allah untuk menshalati jenazah yang sebelumnya telah diabaikan oleh seluruh penduduk kota.
Dalam perspektif syariat, kisah ini mengajarkan bahwa hakikat kesalehan seseorang adalah rahasia antara hamba dengan Sang Pencipta.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an bahwa rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, termasuk bagi mereka yang berlumur dosa lalu bertobat.
Ternyata, menjelang akhir hayatnya, sang pria tersebut melakukan tobat nasuha dengan penuh ketulusan dan penyesalan yang mendalam.
Dalam kesendiriannya, ia meratap kepada Allah dan mengakui segala kehinaannya sambil memohon ampunan yang sangat tulus.
Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang yang bertobat dari dosanya bagaikan orang yang tidak memiliki dosa sedikit pun.
Kisah ini mengingatkan kita untuk tidak mudah menghakimi akhir hidup seseorang berdasarkan penglihatan lahiriah semata.
Syariat menekankan bahwa pintu ampunan selalu terbuka lebar selama nyawa belum sampai di kerongkongan bagi setiap pendosa.
Penghormatan yang diberikan Allah kepada jenazah ini membuktikan bahwa ketulusan hati mampu mengubah murka menjadi cinta yang abadi.
Semoga hikmah ini menjadikan kita pribadi yang rendah hati dan tidak merasa lebih suci daripada hamba Allah lainnya.