• KEISLAMAN

Utang, Penghalang Ampunan Dosa yang Sering Terlupakan

Yahya Sukamdani | Kamis, 14/08/2025
Utang, Penghalang Ampunan Dosa yang Sering Terlupakan Ilustrasi khawatir berhutang

Terasmuslim.com - Dalam Islam, utang bukan sekadar masalah finansial, tetapi juga perkara serius yang berdampak pada kehidupan akhirat. Banyak umat Muslim yang belum menyadari bahwa utang dapat menjadi penghalang ampunan dosa, bahkan bagi orang yang wafat dalam keadaan membawa iman.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Diampuni bagi orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali utang” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa utang memiliki bobot tanggung jawab yang besar, hingga orang yang memiliki keutamaan syahid pun tidak luput dari konsekuensinya jika meninggalkannya tanpa pelunasan.

Para ulama menjelaskan, utang adalah hak manusia (huquq al-‘ibad) yang wajib diselesaikan sebelum seorang Muslim menghadap Allah. Jika hak Allah bisa diampuni dengan taubat, hak sesama manusia menuntut penyelesaian langsung kepada yang bersangkutan atau melalui ahli waris.

Selain menjadi beban di dunia, utang yang tidak dilunasi dapat menjadi penghalang masuk surga secara langsung. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ enggan menshalatkan jenazah yang masih memiliki utang dan tidak meninggalkan harta untuk melunasinya, sebagai bentuk peringatan kepada umat agar berhati-hati.

Ulama menganjurkan, setiap Muslim yang berutang hendaknya mencatat perjanjian, berusaha keras melunasinya, dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus, “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal-Mu dari yang haram-Mu, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu” (HR. Tirmidzi).

Kesadaran akan bahaya utang di akhirat menjadi pengingat bahwa urusan dunia dan akhirat saling berkaitan. Melunasi utang bukan hanya soal tanggung jawab sosial, tetapi juga langkah penting agar ampunan Allah tidak terhalang pada hari perhitungan.