• KEISLAMAN

Sebab Tersebarnya Kesyirikan Menurut Islam, Peringatan dari Al-Qur`an dan Sunnah

Yahya Sukamdani | Selasa, 12/08/2025
Sebab Tersebarnya Kesyirikan Menurut Islam, Peringatan dari Al-Qur`an dan Sunnah Ilustrasi sebab syirik

Terasmuslim.com - Kesyirikan, atau mempersekutukan Allah dengan sesuatu, adalah dosa terbesar dalam Islam. Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik jika pelakunya tidak bertaubat (QS. An-Nisa: 48). Meski Islam datang membawa tauhid yang murni, sejarah menunjukkan bahwa kesyirikan kerap muncul dan menyebar di tengah masyarakat. Lalu, apa saja penyebab utama tersebarnya kesyirikan menurut pandangan Islam?

Pertama, kebodohan terhadap ajaran tauhid. Banyak orang terjerumus dalam kesyirikan karena tidak memahami dengan benar makna mengesakan Allah. Mereka melakukan praktik yang diwarisi turun-temurun tanpa memeriksa kesesuaiannya dengan syariat. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ memperingatkan bahwa umatnya akan mengikuti tradisi umat-umat terdahulu, bahkan sampai ke dalam lubang biawak, jika tidak berhati-hati.

Kedua, fanatisme terhadap tradisi leluhur. Sebagian masyarakat lebih mengutamakan adat atau kebiasaan nenek moyang meski bertentangan dengan akidah. Fenomena ini telah terjadi sejak zaman Nabi Ibrahim AS, ketika kaumnya menolak ajakan tauhid dengan alasan mempertahankan keyakinan nenek moyang (QS. Al-Anbiya: 52-54).

Ketiga, pengaruh tokoh atau pemimpin yang menyesatkan. Dalam sejarah, banyak pemimpin agama atau politik yang memanfaatkan pengaruhnya untuk membenarkan praktik syirik demi kepentingan pribadi. Al-Qur’an mengingatkan agar umat tidak menjadikan ulama atau pemimpin sebagai “tuhan” selain Allah, yaitu dengan menaati mereka dalam hal yang bertentangan dengan wahyu (QS. At-Taubah: 31).

Keempat, takut kehilangan kekuasaan atau kedudukan. Sebagian orang mempertahankan praktik kesyirikan karena khawatir kehilangan pengaruh atau sumber ekonomi yang berasal dari tradisi tersebut. Inilah yang terjadi pada pemuka Quraisy di Mekkah sebelum Islam, yang enggan meninggalkan penyembahan berhala karena takut kehilangan pusat perdagangan.

Kelima, kurangnya dakwah tauhid yang murni. Jika dakwah lebih banyak menekankan aspek sosial atau budaya tanpa membenahi akidah, masyarakat akan mudah terjebak dalam amalan yang mengandung syirik.

Dengan memahami sebab-sebab tersebarnya kesyirikan ini, umat Islam diharapkan semakin waspada. Tauhid harus dijaga melalui pendidikan agama yang benar, dakwah yang tegas, dan sikap kritis terhadap tradisi yang tidak sesuai syariat. Sebab, menjaga kemurnian akidah adalah pondasi utama keselamatan di dunia dan akhirat.

Keywords :