• KEISLAMAN

Meneladani Adab Makan Nabi SAW, Sederhana Tapi Penuh Hikmah

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Sabtu, 02/08/2025
Meneladani Adab Makan Nabi SAW, Sederhana Tapi Penuh Hikmah Ilustrasi - orang sedang makan (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya menjadi teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam hal makan.

Cara beliau makan menunjukkan kesederhanaan, kebersihan, serta adab yang luhur. Sunnah beliau dalam makan bukan sekadar rutinitas fisik, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dan manifestasi rasa syukur kepada Allah SWT. Berbagai riwayat hadits menjelaskan bagaimana Rasulullah SAW makan dengan penuh tata krama dan etika.

Salah satu adab penting yang selalu dijaga oleh Rasulullah SAW adalah membaca basmalah sebelum makan. Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

"Apabila salah seorang dari kalian hendak makan, maka ucapkanlah `Bismillah`. Jika ia lupa mengucapkannya di awal, maka hendaklah ia mengucapkan: `Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi`."
(HR. Tirmidzi no. 1858)

Rasulullah juga makan dengan tangan kanan dan menggunakan tiga jari, menunjukkan kesederhanaan dan tidak berlebihan. Dalam hadits dari Ka’ab bin Malik RA disebutkan:

"Rasulullah SAW makan dengan tiga jari, dan beliau menjilatinya sebelum membersihkannya."
(HR. Muslim no. 2032)

Kebiasaan ini mencerminkan rasa syukur dan tidak menyia-nyiakan makanan yang tersisa di tangan. Beliau juga tidak meniup makanan panas dan tidak mencela makanan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka, maka beliau makan; jika tidak suka, beliau tinggalkan.”
(HR. Bukhari no. 5409, Muslim no. 2064)

Rasulullah juga duduk dengan tenang ketika makan, bukan dalam posisi berdiri atau berjalan. Dalam hadits riwayat Muslim, disebutkan:

“Aku tidak makan sambil bersandar,” kata Rasulullah SAW.
(HR. Muslim no. 2044)

Ini menunjukkan bahwa makan seharusnya dilakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, serta penuh kesadaran dan rasa syukur kepada Allah.

Setelah selesai makan, Rasulullah SAW mengucapkan doa hamdalah, sebagai bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan. Salah satu doa yang beliau ajarkan adalah:

"Alhamdulillahil ladzi ath’amani hadza wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwah."
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini kepadaku dan menganugerahkannya tanpa daya dan kekuatanku.”
(HR. Tirmidzi no. 3458)

Dari semua kebiasaan Rasulullah SAW dalam makan, terlihat jelas bahwa beliau menekankan pentingnya kesederhanaan, kebersihan, adab, dan rasa syukur. Beliau tidak pernah berlebihan, tidak memilih-milih makanan, dan selalu menjaga etika terhadap makanan yang Allah berikan.

Meneladani cara Rasulullah makan bukan hanya membuat kita lebih beradab, tetapi juga menjadikan aktivitas makan sebagai bagian dari ibadah yang mendatangkan pahala.

Dengan mengikuti sunnah beliau, kita tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.