• KEISLAMAN

Benarkah Doa Orang yang Dizalimi Cepat Dikabulkan?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 20/07/2025
Benarkah Doa Orang yang Dizalimi Cepat Dikabulkan? Ilustrasi - orang yang berdoa (Foto: Istockphoto)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, doa memiliki kedudukan yang sangat istimewa sebagai senjata seorang mukmin.

Akan tetapi, ada golongan tertentu yang disebutkan secara khusus bahwa doa mereka sangat dekat dengan pengabulan, salah satunya adalah orang yang dizalimi.

Pertanyaannya, benarkah doa orang yang teraniaya atau dizalimi cepat terkabul?

Islam memuliakan hak-hak manusia dan melarang keras segala bentuk kezaliman. Rasulullah SAW memberikan perhatian besar terhadap nasib orang yang tertindas.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Takutlah kamu terhadap doa orang yang terzalimi, karena antara dia dengan Allah tidak ada penghalang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi penegasan bahwa doa orang yang dizalimi memiliki kekuatan khusus, bahkan bisa langsung didengar oleh Allah tanpa hijab (penghalang) apa pun.

Dalam riwayat lain, disebutkan pula bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut meski tidak segera. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua untuk anaknya, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. At-Tirmidzi, hasan).

Ini menunjukkan bahwa kedzaliman adalah perkara serius yang langsung diperhatikan oleh Allah, dan doa orang yang teraniaya bisa menjadi sebab datangnya pertolongan atau balasan bagi orang yang berbuat zalim.

Namun, para ulama mengingatkan, sekalipun doa orang yang dizalimi memiliki keistimewaan, hendaknya ia tetap berdoa dengan kebaikan, bukan justru mendoakan keburukan yang berlebihan.

Hal ini agar doa yang dipanjatkan membawa keberkahan, bukan sekadar melampiaskan amarah. Islam mengajarkan untuk tetap berserah diri kepada Allah dan percaya bahwa keadilan-Nya pasti berlaku, meskipun terkadang manusia tidak langsung melihatnya.