Ilustrasi - orang-orang saat mendengarkan khotbah jumat (Foto: Muhammadiyah)
Jakarta, Terasmuslim.com - Sholat Jumat adalah salah satu ibadah yang paling istimewa bagi umat Muslim, menandai pekan baru dengan keberkahan.
Namun, setelah salam terakhir di masjid, banyak dari kita yang terburu-buru meninggalkan tempat sholat. Padahal, ada beberapa sunnah dan amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan setelah Sholat Jumat, yang sayang jika dilewatkan.
Melakukan amalan-amalan ini bukan hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat koneksi spiritual kita hingga Jumat berikutnya. Jadi, jangan buru-buru pulang!
Salah satu sunnah paling utama setelah Sholat Jumat adalah melaksanakan sholat sunnah ba`diyah. Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaatnya, namun keduanya memiliki dasar yang kuat:
Empat Rakaat: Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa di antara kamu hendak sholat setelah Jumat, maka sholatlah empat rakaat." (HR. Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi). Sholat empat rakaat ini bisa dilakukan dengan dua kali salam (dua rakaat salam, lalu dua rakaat salam lagi) atau satu kali salam, meskipun yang lebih utama adalah dua kali salam.
Dua Rakaat: Dari Ibnu Umar, ia berkata, "Rasulullah SAW sholat dua rakaat sehabis Jumat di rumahnya." (HR. Jamaah). Ini menunjukkan bahwa sholat sunnah ba`diyah juga bisa dilakukan dua rakaat, dan afdalnya dilakukan di rumah.
Pilihlah salah satu sesuai kemampuan dan kondisi Anda. Intinya, jangan langsung meninggalkan masjid tanpa sholat sunnah ini.
Setelah Sholat Jumat, sangat dianjurkan untuk berdzikir dan membaca beberapa surat pendek. Amalan ini disebut memiliki keutamaan besar, termasuk sebagai perlindungan hingga Jumat berikutnya.
Membaca Istighfar: Dimulai dengan membaca istighfar 3 kali:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ (Astaghfirullāhalladzīm)
Kemudian dilanjutkan dengan:
الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ المَعَاصِي وَالذُّنُوبِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ (Alladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu wa atūbu ilaihi min jamī`il ma`ashī wadz dzunūbi walā hawla walā quwwata illā billāhil `aliyyil `azhīm)
Membaca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas: Masing-masing dibaca sebanyak tujuh kali. Rasulullah SAW menganjurkan amalan ini dan disebutkan dapat melindungi seseorang dari kejahatan setan hingga Jumat berikutnya.
Dzikir dan bacaan ini bisa dilakukan dalam posisi masih mempertahankan posisi kaki seperti tahiyat akhir sebelum berpindah tempat.
Hari Jumat secara umum, dan terutama waktu setelah Ashar hingga Maghrib, adalah waktu mustajab untuk berdoa. Namun, waktu setelah Sholat Jumat juga merupakan momen yang baik untuk memanjatkan doa-doa.
Manfaatkan kesempatan ini untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, atau apapun hajat pribadi Anda.
Dengan mengamalkan sunnah-sunnah ini, kita bukan hanya menambah pundi-pundi pahala, tetapi juga memaksimalkan keberkahan di hari Jumat. Mari jadikan kebiasaan ini sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah Jumat kita.