Foto Masjid nabawi (pexel)
Terasmuslim.com - Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momentum paling agung bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain ibadah inti berupa salat Id dan penyembelihan hewan kurban, Rasulullah SAW juga mengajarkan berbagai amalan sunnah di pagi hari raya yang sarat akan pahala.
Amalan-amalan sunnah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan sejak bangun tidur di pagi hari hingga menjelang berdirinya saf salat.
Selain mendatangkan keberkahan, mengamalkannya merupakan bentuk syiar untuk mengagungkan hari raya Islam.
Menghimpun dari berbagai sumber, berikut ini enam amalan sunnah sebelum melaksanakan salat Idul Adha:
1. Memperbanyak Takbir
Takbir adalah ucapan "Allahu Akbar" yang artinya "Allah Maha Besar". Takbir adalah salah satu cara untuk mengagungkan dan memuji Allah SWT.
Mengumandangkan takbir menjadi sunnah Idul Adha yang dianjurkan untuk dilakukan sejak terbenamnya matahari pada hari Arafah (9 Zulhijjah) hingga selesai shalat Idul Adha pada hari berikutnya (10 Zulhijjah).
Amalan sunnah Idul Adha ini juga dianjurkan untuk dilakukan setelah shalat fardhu pada hari-hari tasyrik (11-13 Zulhijjah) dengan suara keras atau pelan, sesuai dengan keadaan.
2. Mandi Besar
Mandi besar sebelum sholat Id merupakan salah satu amalan sunnah Idul Adha yang dianjurkan. Dengan melakukan mandi besar, seluruh bagian tubuh Anda akan dibersihkan dari hadats besar.
Amalan sunnah Idul Adha ini bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin. Mandi besar pada Idul Adha juga merupakan bentuk persiapan untuk melaksanakan shalat dengan khusyuk.
3. Mengenakan Pakaian Terbaik
Amalan sunnah Idul Adha yang berikutnya yaitu mengenakan pakaian terbaik yang tidak harus baru atau mahal, tetapi yang penting bersih, rapi, dan sesuai dengan syariat.
Mengenakan pakaian terbaik pada Idul Adha juga merupakan bentuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang selalu mengenakan pakaian terbaiknya pada hari-hari raya.
4. Menggunakan Wewangian
Tak kalah pentingnya, salah satu amalan sunnah Idul Adha yang juga dianjurkan untuk dilakukan adalah menggunakan wewangian berupa minyak, parfum, atau lainnya.
Wewangian pada Idul Adha disunnahkan untuk digunakan sebelum shalat, terutama bagi laki-laki. Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim.
Hadits tersebut memuat perintah Rasulullah SAW untuk memakai pakaian terbaik, memakai wangi-wangian terbaik, dan berkurban dengan hewan paling berharga sebagai sunnah Idul Adha.
5. Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha
Salah satu amalan sunnah Idul Adha yang dapat dilakukan adalah tidak makan sebelum shalat Idul Adha. Hal ini berbeda dengan Idul Fitri, di mana makan sebelum shalat merupakan sunnah yang dianjurkan.
Alasannya karena pada Idul Adha, umat Islam disunahkan untuk menyembelih hewan kurban setelah shalat Idul Adha. Dengan demikian, umat Islam dapat makan dari daging kurban.
"Apabila datang hari raya Idul Fitri, maka makanlah sebelum keluar (untuk shalat Idul Fitri). Dan apabila datang hari raya Idul Adha, maka janganlah makan sebelum kalian kembali (dari shalat Idul Adha), agar kalian makan dari kurban kalian." (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Berangkat Shalat Idul Adha Lebih Awal
Amalan sunnah Idul Adha lain yang juga dianjurkan adalah berangkat shalat Idul Adha lebih awal. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan kegembiraan dan kesyukuran atas nikmat Allah SWT.
Selain itu, berangkat shalat Idul Adha lebih awal juga dapat memberikan kesempatan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sesama muslim.