• KEISLAMAN

Ternyata Ini Tempat yang Paling Dibenci Allah, Dimana?

Yahya Sukamdani | Selasa, 01/07/2025
Ternyata Ini Tempat yang Paling Dibenci Allah, Dimana? Ilustrasi pasar (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Pasar selama ini dikenal sebagai pusat ekonomi dan perputaran harta. Namun, siapa sangka, dalam pandangan Islam, pasar justru disebut sebagai tempat yang paling dibenci oleh Allah ﷻ. Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan secara tegas dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

“Tempat yang paling disukai Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar,” sabda Nabi dalam hadis riwayat Muslim nomor 671. Hadis ini cukup populer dan sering disampaikan dalam berbagai kajian keislaman, terutama saat membahas tentang etika dalam bermuamalah.

Namun penting untuk dicatat, Islam tidak melarang umatnya pergi ke pasar atau berdagang. Bahkan Nabi Muhammad ﷺ sendiri pernah berdagang dan membimbing umat dalam tata cara jual beli yang benar. Hanya saja, pasar dianggap sebagai tempat yang berpotensi besar mengundang kelalaian, dosa, dan penyimpangan moral. Di situlah letak kebencian Allah, bukan pada tempatnya, tapi pada perilaku yang sering terjadi di dalamnya.

Pasar menjadi lokasi yang rawan dengan sumpah palsu, tipu daya, kecurangan takaran, riba, hingga godaan syahwat. Banyak orang yang ketika berada di pasar melalaikan kewajiban salat, enggan berdzikir, dan lebih fokus pada keuntungan materi. Inilah yang membuat pasar berbeda dari tempat-tempat lain seperti masjid yang dipenuhi dengan ibadah dan zikir.

Meski begitu, Islam tetap memberikan panduan agar umat tetap aman dari keburukan pasar. Salah satu anjuran Nabi adalah membaca doa khusus saat memasuki pasar. Doa ini berisi pujian kepada Allah dan permohonan perlindungan dari fitnah dunia. Dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Hakim, disebutkan bahwa orang yang membaca doa tersebut akan diberi pahala yang luar biasa, bahkan diampuni dosanya dan diangkat derajatnya.

Para ulama juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran, amanah, dan tidak melupakan salat meskipun sedang sibuk berdagang. Hal-hal inilah yang membedakan pedagang yang diberkahi dengan mereka yang terjerumus dalam keserakahan.

Dengan memahami pesan ini, umat Islam diharapkan bisa lebih bijak dalam memaknai aktivitas duniawi. Pasar memang dibutuhkan, tapi jangan sampai menjadi tempat yang membuat manusia jauh dari Allah. Justru di sanalah ujian keimanan dan integritas benar-benar diuji.

Keywords :