• KEISLAMAN

Warna Hitam, Benarkah Sebaik-Baik Pakaian Muslimah, Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Sabtu, 28/06/2025
Warna Hitam, Benarkah Sebaik-Baik Pakaian Muslimah, Ini Penjelasannya Ilustrasi pakaian hitam muslimah

Terasmuslim.com - Dalam tradisi berpakaian muslimah, warna menjadi salah satu hal yang sering diperbincangkan. Di antara sekian banyak warna yang digunakan, warna hitam kerap disebut-sebut sebagai warna terbaik bagi wanita muslimah. Pandangan ini tidak muncul begitu saja, melainkan tumbuh dari sejarah Islam, kebiasaan para salaf, serta pertimbangan syariat dalam menjaga kehormatan dan kesederhanaan.

Warna hitam dalam konteks berpakaian memiliki makna mendalam. Ia diasosiasikan dengan sifat tawadhu, kesederhanaan, serta mampu menghindarkan pandangan orang lain yang bisa menimbulkan fitnah. Sejumlah riwayat dari masa para sahabat dan tabiin menyebut bahwa istri-istri Nabi Muhammad ﷺ dan kaum wanita Madinah ketika keluar rumah mengenakan pakaian yang longgar dan berwarna gelap, termasuk hitam. Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, saat menjelaskan Surah Al-Ahzab ayat 59, disebutkan bahwa wanita-wanita mukmin mengenakan jilbab hingga hanya terlihat satu mata saja, dan warna pakaian mereka cenderung gelap.

Pakaian berwarna hitam juga disebut oleh sebagian ulama sebagai pilihan terbaik karena tidak menarik perhatian. Hal ini sejalan dengan kaidah umum berpakaian dalam Islam, yakni menutup aurat, tidak transparan, tidak ketat, serta tidak menyerupai pakaian laki-laki. Warna hitam dianggap paling aman dari unsur tabarruj (berhias berlebihan) yang dilarang bagi perempuan saat keluar rumah.

Meski demikian, tidak ada dalil syar’i yang secara eksplisit mewajibkan muslimah untuk mengenakan pakaian warna hitam saja. Islam memberikan keluasan dalam hal warna pakaian selama tidak melanggar prinsip kesopanan dan syariat. Sebagaimana disebut dalam sejumlah fatwa, wanita boleh memakai warna lain seperti coklat, biru tua, atau abu-abu, selama tidak mencolok dan tidak menyerupai pakaian wanita nonmuslim yang menjadi simbol kekufuran atau maksiat.

Dalam pandangan mazhab Hanbali dan sebagian fuqaha Syafi’iyah, warna hitam memang lebih dianjurkan saat keluar rumah, namun bukan satu-satunya pilihan yang sah. Mereka lebih menekankan pada esensi: pakaian yang tidak menggoda, tidak memancing syahwat, dan mampu menjaga kehormatan perempuan muslimah. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslimah untuk menimbang konteks, lingkungan sosial, serta niat dalam memilih warna dan jenis pakaian.

Saat ini, tren busana syar’i semakin berkembang dan variatif. Banyak muslimah mengenakan gamis atau jilbab warna netral yang tetap sesuai syariat, seperti krem, hijau tua, atau maroon gelap. Namun, tak sedikit pula yang tetap memilih warna hitam sebagai bentuk kehati-hatian dan mengikuti jejak para salaf. Keutamaan warna hitam dalam busana muslimah bukan terletak pada warnanya semata, tetapi pada niat, kesopanan, dan fungsinya menjaga diri dari pandangan yang tidak halal.

Maka, bisa disimpulkan bahwa mengenakan pakaian hitam bagi muslimah memang memiliki keutamaan tersendiri, tetapi bukan satu-satunya warna yang dibenarkan. Islam adalah agama yang mudah dan fleksibel, selama pakaian tersebut memenuhi syarat syar’i dan menjauhkan dari fitnah, maka tetap diperbolehkan, apapun warnanya.