Ilustrasi foto ibadah ketika safar
Terasmuslim.com - Dalam Islam, safar atau perjalanan jauh bukan hanya aktivitas duniawi, tetapi juga memiliki dimensi ibadah. Syariat Islam sangat memperhatikan kondisi musafir, sehingga memberikan beberapa keringanan (rukhshah) yang memudahkan pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi nilai spiritualnya.
Berikut penjelasan lengkap bagaimana ibadah dilakukan ketika dalam keadaan safar:
Dalil:
"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salat..."
(QS. An-Nisa: 101)
Tujuan: memudahkan ibadah tanpa harus berhenti dua kali di jalan.
Dalil:
"Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib menggantinya) pada hari-hari yang lain."
(QS. Al-Baqarah: 184)
Rasulullah ﷺ mengajarkan banyak doa dan zikir saat safar, seperti:
Contoh doa safar:
"Subhânalladzî sakh-khara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahu muqrinin, wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn..."
(HR. Muslim)
Jika tidak memungkinkan turun dari kendaraan dan khawatir waktu salat habis:
Islam adalah agama yang penuh rahmat. Ketika seorang Muslim bersafar, syariat memberikan berbagai keringanan agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Ibadah saat safar bukan beban, tapi justru bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah di tengah tantangan perjalanan. Maka, jangan tinggalkan salat, perbanyak doa, dan jadikan safar sebagai jalan menuju keberkahan.