• KEISLAMAN

Makanan dan Minuman Jangan Ditiup, Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Kamis, 12/06/2025
Makanan dan Minuman Jangan Ditiup, Ini Penjelasannya Ilustrasi sedang meniup makanan panas (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Banyak dari kita mungkin tanpa sadar meniup makanan atau minuman panas agar cepat dingin. Kebiasaan ini tampak sepele dan lumrah, apalagi saat perut sedang lapar dan sajian masih mengepul. Tapi tahukah kamu? Dalam Islam, tindakan ini ternyata tidak dianjurkan bahkan ada larangan khusus dari Nabi Muhammad ﷺ.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa meniup makanan atau minuman bukan sekadar perkara etika, melainkan juga menyangkut kebersihan dan ajaran syariat. Dalam berbagai riwayat hadis, Rasulullah ﷺ secara eksplisit menyuruh umatnya untuk tidak meniup atau bernapas ke dalam wadah makanan dan minuman.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Di baliknya, ada hikmah kesehatan, adab mulia, dan nilai kebersihan yang sangat dijunjung dalam Islam. Lalu, bagaimana sebenarnya dasar hukumnya? Mari kita telusuri bersama.

Ada hadis yang melarang

Larangan meniup makanan dan minuman bersumber dari sabda Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

"Rasulullah ﷺ melarang bernapas di dalam bejana atau meniup ke dalamnya."
(HR. Tirmidzi no. 1887, Abu Dawud no. 3728)

Hadis ini dipandang hasan sahih oleh Imam Tirmidzi. Artinya, meskipun meniup makanan tidak termasuk dosa besar, namun perbuatan itu tidak sesuai dengan tuntunan adab seorang Muslim.

Mengapa dilarang? Ini penjelasannya

Menurut para ulama, terdapat beberapa hikmah di balik larangan tersebut. Pertama, dari sisi kesehatan, meniup makanan bisa menyebabkan air liur yang membawa bakteri atau virus tertiup ke dalam makanan. Ini berpotensi menimbulkan penyakit, apalagi jika makanan itu dikonsumsi bersama orang lain.

Kedua, dari sisi etika dan kebersihan, meniup makanan dianggap kurang sopan. Dalam Islam, segala hal termasuk makan dan minum memiliki adab tersendiri yang menunjukkan kesantunan dan kebersihan pribadi.

Anjuran dalam Islam: tunggu hingga dingin

Alih-alih ditiup, Islam menganjurkan untuk menunggu makanan atau minuman panas hingga cukup dingin secara alami. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ lebih memilih membiarkan makanan hingga tidak terlalu panas sebelum menyantapnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Biarkan makanan menjadi dingin, karena makanan panas tidak memiliki keberkahan."
(HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

Tetap praktis tanpa melanggar

Jika kamu merasa tak sabar ingin segera menyantap hidangan panas, ada cara lain yang lebih sesuai sunnah—seperti mengaduk perlahan atau menuangkannya ke wadah lebih lebar agar cepat dingin. Cara ini menjaga adab sekaligus kebersihan, tanpa melanggar tuntunan agama.

Meniup makanan atau minuman memang terlihat sepele, tapi Islam mengajarkan bahwa dalam hal sekecil apapun, umatnya perlu menjaga adab dan kebersihan. Larangan ini bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tapi juga membentuk pribadi Muslim yang santun dan bersih.

Keywords :