Ilustrasi puasa Arafah (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Setiap muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Meski hanya satu hari, keutamaan puasa ini luar biasa. Ia menjadi momentum spiritual yang mendalam, karena bertepatan dengan salah satu hari paling agung dalam Islam.
Di tengah hiruk-pikuk persiapan Idul Adha, puasa Arafah menjadi sarana penyucian jiwa. Rasulullah ﷺ secara khusus menyebut hari ini sebagai kesempatan untuk menghapus dosa-dosa yang lalu dan yang akan datang. Tak hanya itu, hari Arafah juga dikenal sebagai hari dikabulkannya doa-doa.
Bagi umat Islam yang mendambakan ampunan dan limpahan rahmat dari Allah ﷻ, puasa Arafah layak menjadi agenda ibadah tahunan yang tak terlewatkan. Lantas, apa saja sebenarnya keutamaan dari puasa Arafah ini?
Salah satu keutamaan paling terkenal dari puasa Arafah adalah penghapusan dosa selama dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:
"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya."
(HR. Muslim no. 1162)
Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang besar kepada hamba-Nya hanya melalui ibadah satu hari.
Puasa Arafah dilaksanakan pada hari yang Allah muliakan. Hari Arafah adalah waktu di mana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah."
(HR. Muslim no. 1348)
Bagi yang berpuasa, ini adalah peluang emas untuk meraih keselamatan abadi.
Doa pada hari Arafah sangat dianjurkan karena termasuk dalam waktu mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah."
(HR. Tirmidzi no. 3585)
Mengisi puasa dengan memperbanyak doa akan membuka banyak peluang terkabulnya permohonan kepada Allah.
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu paling dicintai Allah untuk beramal shalih. Puasa Arafah sebagai bagian dari rangkaian hari-hari mulia ini menjadi puncak ibadah yang tak boleh dilewatkan.
"Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah dibanding amal yang dilakukan pada sepuluh hari ini."
(HR. Bukhari no. 969)
Menjalankan puasa Arafah adalah bagian dari sunnah Nabi ﷺ. Bagi umat Islam, mengikuti sunnah adalah bukti kecintaan dan bentuk ketaatan kepada beliau.
Meskipun puasa Arafah sangat dianjurkan, namun jamaah haji tidak disunnahkan untuk berpuasa saat wukuf di Arafah. Hal ini untuk menjaga stamina dalam menjalani rukun haji, sebagaimana Rasulullah ﷺ sendiri tidak melakukannya pada saat haji wada`.
Puasa Arafah bukan sekadar puasa sunnah. Ia adalah momentum penuh ampunan, penghapusan dosa, dan terkabulnya doa. Bagi umat Islam yang tidak berhaji, meluangkan satu hari untuk berpuasa pada 9 Dzulhijjah adalah langkah kecil dengan ganjaran besar.