• KEISLAMAN

Berapa Hari Puncak Ibadah Haji? Ini Penjelasannya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 03/06/2025
Berapa Hari Puncak Ibadah Haji? Ini Penjelasannya Ilustrasi - Ibadah haji di Mekah, Arab Saudi (Foto: Dok. Ditjen PHU)

Jakarta, Terasmuslim.com - Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial.

Namun, banyak calon jamaah haji harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah ini, sementara hari-hari puncak pelaksanaan haji berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.

Secara umum, puncak ibadah haji terjadi dalam rentang waktu sekitar lima hari di bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 8 hingga 12 Dzulhijjah. Hari-hari tersebut meliputi rangkaian ritual penting seperti wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, lempar jumrah, dan penyembelihan hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha).

Meskipun rangkaian puncak ibadah haji hanya berlangsung selama beberapa hari saja, proses persiapan dan pelaksanaan haji secara keseluruhan bisa memakan waktu sekitar dua minggu atau lebih, termasuk perjalanan dari Mina, Muzdalifah, dan kembali ke Makkah.

Sementara itu, antrean panjang pendaftaran dan kuota yang terbatas di berbagai negara menyebabkan banyak calon jamaah harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa menjalankan ibadah ini. Misalnya, di Indonesia, antrean tunggu bisa mencapai lebih dari 10 tahun karena tingginya jumlah pendaftar dibanding kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.

Hal ini membuat kehadiran di hari-hari puncak haji menjadi sangat dinantikan dan penuh makna, karena menjadi puncak perjalanan spiritual yang telah lama dinanti. Bagi banyak jamaah, kesempatan itu adalah momen yang sangat berharga setelah menunggu dalam waktu lama.