Ilustrasi - Puasa (Foto: Queenmoonlit3/Envato)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang sangat mulia dalam agama Islam. Pada bulan ini, umat Muslim menjalankan ibadah haji, yang menjadi salah satu rukun Islam yang paling utama dan penyempurna keimanan.
Rasulullah SAW pernah bersabda yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, bahwa:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya: "Tidak ada hari yang lebih mulia di sisi Allah dan amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya lebih dicintai dibandingkan dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (HR. Ahmad, shahih menurut Syaikh Ahmad Syakir).
Menjelang perayaan Idul Adha 2025, ini merupakan momen istimewa bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal saleh, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah.
Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah dapat dilakukan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah 1446 Hijriyah. Jika dikonversikan ke kalender masehi, pelaksanaannya jatuh pada tanggal 28 Mei sampai 5 Juni 2025. Termasuk di dalamnya adalah puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Berikut ini adalah bacaan niat puasa sunnah Dzulhijjah berdasarkan informasi dari laman NU Online yang dikutip pada Kamis (29/5).
Waktu niat puasa seperti puasa sunnah lainya, disunnahkan dilakukan pada malam hari, yakni setelah terbenamnya matahari sampai sebelum terbit fajar. Berikut lafadz niatnya:
Niat puasa untuk tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.
Niat puasa pada 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.
Niat puasa pada 9 Dzulhijjah (hari Arafah):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.
Bagi yang lupa berniat pada malam hari, diperbolehkan membaca niat puasa saat siang hari, yaitu dari pagi hingga sebelum waktu Zuhur selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berikut lafadz niat puasa siang hari:
Niat puasa tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala.
Niat puasa pada 8 Dzulhijjah (Tarwiyah):
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala.
Niat puasa pada 9 Dzulhijjah (Arafah):
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala.
Puasa selama sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah pahalanya sangat besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah selain amalan yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan ini. Bahkan, satu hari puasa pada hari-hari tersebut pahalanya setara dengan puasa selama setahun penuh, dan shalat malam di hari-hari itu setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar. (HR. At-Tirmidzi).
Puasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) memiliki keutamaan khusus, yakni dapat menghapus dosa selama dua tahun, satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim). Namun, dosa yang dihapus umumnya adalah dosa kecil.
Pada hari Arafah, Allah SWT membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari siksa neraka dibanding hari lainnya. Rasulullah SAW bersabda:
"Tiada hari di mana Allah membebaskan hamba lebih banyak daripada hari Arafah..." (HR. Muslim).