Ilustrasi - Puasa (Foto: Queenmoonlit3/Envato)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Dzulqa’dah 1446 H akan segera berakhir, menandakan bahwa bulan mulia Dzulhijjah akan segera tiba. Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amalan ibadah selama bulan haram ini, termasuk menjalankan puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar menjelang Idul Adha.
Puasa sunnah di awal Dzulhijjah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Puasa ini dikerjakan sebelum hari raya kurban, tepatnya mulai dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Di antara hari-hari tersebut terdapat tiga jenis puasa yang paling utama: puasa awal Dzulhijjah (tanggal 1–7), puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Ketiganya diyakini sebagai ladang pahala besar bagi mereka yang mengerjakannya dengan penuh keikhlasan.
Untuk membantu masyarakat yang ingin melaksanakan puasa sunnah ini, berikut adalah jadwal lengkap puasa sebelum Idul Adha 1446 H menurut kalender hijriah Kementerian Agama Republik Indonesia:
Puasa awal Dzulhijjah dimulai pada hari Rabu, 28 Mei 2025, yang bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1446 H. Puasa ini dapat dilanjutkan berturut-turut hingga Selasa, 3 Juni 2025 (7 Dzulhijjah). Sementara itu, puasa Tarwiyah jatuh pada Rabu, 4 Juni 2025 (8 Dzulhijjah), dan puncaknya adalah puasa Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah), yang merupakan hari terbaik untuk berpuasa bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan haji.
Sebagaimana puasa pada umumnya, waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Namun yang membedakan dengan puasa wajib adalah kelonggaran dalam niatnya. Apabila seseorang lupa berniat pada malam hari, maka ia masih dapat berniat di siang hari sebelum waktu zawal (tergelincirnya matahari), selama belum makan atau minum sejak fajar.
Berikut adalah bacaan niat puasa sunnah Dzulhijjah:
Niat puasa 1–7 Dzulhijjah:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta‘âlâ."
Niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta‘âlâ."
Niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘âlâ."
Melaksanakan puasa sunnah sebelum Idul Adha adalah salah satu bentuk persiapan spiritual dalam menyambut hari raya besar umat Islam. Keutamaannya sangat besar, khususnya pada hari Arafah yang mampu menjadi penghapus dosa selama dua tahun, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi.