• KEISLAMAN

Shalat Dhuha, Amalan Ringan Penuh Keutamaan yang Sering Terlupakan

Yahya Sukamdani | Kamis, 29/05/2025
Shalat Dhuha, Amalan Ringan Penuh Keutamaan yang Sering Terlupakan Ilustrasi foto muslim shalat

Terasmuslim.com - Di antara shalat sunnah yang dianjurkan dalam Islam, shalat dhuha termasuk yang paling banyak disebut memiliki keutamaan luar biasa. Waktunya yang berada di pagi hari membuat shalat ini menjadi simbol keberkahan awal hari, sekaligus penarik rezeki yang sering luput dari perhatian umat Muslim.

Dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal delapan rakaat, shalat dhuha dapat dilakukan mulai matahari naik sepenggalah (sekitar pukul 07.00 pagi) hingga sebelum masuk waktu zuhur. Meski tidak wajib, shalat ini memiliki keutamaan yang dijanjikan langsung oleh Rasulullah ﷺ dan disebutkan dalam berbagai hadits sahih.

  1. Termasuk dalam shalat awwabin

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat awwabin (shalat orang-orang yang kembali kepada Allah) adalah ketika anak-anak unta mulai merasa kepanasan.”
(HR. Muslim)

Yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah waktu shalat dhuha. Dengan kata lain, orang yang melaksanakan shalat dhuha digolongkan sebagai mereka yang gemar kembali kepada Allah, yakni orang-orang saleh yang bertaubat dan berserah diri.

  1. Bernilai sedekah untuk seluruh persendian

Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap pagi, setiap persendian salah seorang di antara kalian memiliki tanggungan sedekah... dan dua rakaat shalat dhuha mencukupi semua itu.”

Artinya, dua rakaat dhuha setara dengan bersedekah untuk 360 sendi tubuh, sebagaimana sedekah bisa berupa doa, ucapan baik, dan amal saleh lainnya.

  1. Menarik rezeki dan memudahkan urusan

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman:

“Wahai anak Adam, jangan engkau tinggalkan empat rakaat di awal siangmu (shalat dhuha), niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu hingga akhir harimu.”
(HR. Ahmad dan Hakim, hasan sahih)

Keutamaan ini menjadikan shalat dhuha dikenal sebagai magnet rezeki. Banyak ulama menyebut bahwa shalat dhuha menjadi salah satu rahasia kelancaran urusan dunia, termasuk pekerjaan dan ekonomi, selama diniatkan ikhlas karena Allah.

  1. Termasuk amalan ahlul jannah

Dalam hadits riwayat Muslim, Abu Hurairah berkata:

“Kekasihku (Rasulullah) berwasiat kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.”

Wasiyat ini menunjukkan bahwa shalat dhuha adalah amalan ringan tetapi disukai oleh orang-orang pilihan, termasuk para ahli surga yang rajin menjaga ibadah sunnah.

  1. Sarana menghapus dosa

Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang menjaga shalat dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan.”

Hadis ini menggambarkan keampuhan spiritual dari shalat dhuha sebagai sarana pembersih jiwa dari dosa-dosa kecil, dengan catatan dilakukan secara konsisten dan ikhlas.

  1. Waktu yang tenang dan minim gangguan

Shalat dhuha dilakukan di waktu pagi, saat suasana masih tenang dan pikiran jernih. Ini memberi kesempatan terbaik untuk khusyuk, berbeda dengan waktu-waktu lain yang lebih sibuk.

Banyak ulama juga menyebutkan bahwa kondisi tubuh setelah istirahat malam menjadikan shalat dhuha lebih ringan dilakukan, serta memberi efek psikologis berupa ketenangan dan kesiapan mental menghadapi aktivitas harian.

Shalat dhuha bukan hanya ibadah tambahan, tapi penyeimbang spiritual dan pintu pembuka keberkahan rezeki. Waktunya yang fleksibel dan rakaatnya yang ringan menjadikannya sangat bisa diamalkan oleh siapa saja, dari pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga.

Di tengah kesibukan mengejar dunia, menyisipkan dua hingga delapan rakaat dhuha di pagi hari bisa menjadi investasi akhirat yang tak ternilai. Sebab siapa tahu, justru di situlah rezeki dan keberkahan harian bermula.

Keywords :