• KEISLAMAN

Lebih Afdal Mana Kurban Sapi atau Kambing Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Selasa, 27/05/2025
Lebih Afdal Mana Kurban Sapi atau Kambing Menurut Islam? Ini Penjelasannya Ilustrasi kurban sapi atau kambing (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmuslim.com - Menjelang Idul Adha, pertanyaan klasik yang kerap muncul adalah: lebih utama berkurban sapi atau kambing? Jawabannya tidak sesederhana menimbang berat hewan atau jumlah daging yang dihasilkan. Dalam Islam, keduanya sah untuk dijadikan hewan kurban, namun masing-masing punya keutamaan berdasarkan konteks pelaksanaannya.

Sebagian masyarakat memilih sapi karena bisa dikurbankan secara kolektif, sedangkan yang lain lebih condong kepada kambing karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Tapi bagaimana sebenarnya pandangan para ulama dalam menimbang mana yang lebih utama?

Agar ibadah kurban benar-benar sesuai tuntunan syariat, penting memahami dasar keutamaan kurban bukan hanya dari jenis hewannya, melainkan juga dari niat, jumlah peserta kurban, dan nilai manfaatnya.

Sapi menjadi pilihan banyak orang karena bisa dikurbankan untuk tujuh orang sekaligus. Ini sesuai hadis riwayat Muslim yang menyebut bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat menyembelih satu ekor sapi untuk tujuh orang. Dalam kondisi ekonomi tertentu, opsi ini jelas lebih ringan secara finansial, dan tetap sah di sisi syariat.

Menurut mayoritas ulama seperti dari kalangan Hanafi dan Hanbali, jika tujuh orang berkurban seekor sapi bersama-sama, maka itu bisa lebih afdal dibandingkan tujuh orang masing-masing menyembelih kambing sendiri-sendiri, sebab nilai kolektif dan distribusi manfaatnya lebih besar.

Berbeda dengan sapi, kambing hanya sah untuk satu orang. Namun di sisi lain, Nabi Muhammad SAW sendiri justru mencontohkan kurban dengan kambing. Dalam hadis Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah berkurban dengan dua ekor domba yang gemuk dan bertanduk.

Bagi sebagian ulama, khususnya dalam mazhab Syafi’i, berkurban seekor kambing atas nama sendiri lebih utama dibandingkan hanya ikut urunan 1/7 sapi. Ini karena lebih sesuai dengan sunnah Rasul yang menunjukkan semangat pengorbanan pribadi secara langsung.

Islam mengajarkan bahwa yang paling utama dari ibadah kurban bukan seberapa besar hewan yang disembelih, tetapi ketakwaan dan keikhlasan yang melandasi amal tersebut. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa:

"Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian." (QS. Al-Hajj: 37).

Karena itu, siapa pun yang berkurban, baik dengan kambing sendiri maupun dengan iuran sapi, tetap bisa meraih keutamaan jika dilandasi niat yang benar dan dilaksanakan sesuai syariat.

Jika seorang muslim mampu berkurban sendiri, maka kambing bisa menjadi pilihan utama karena meneladani Rasulullah SAW. Namun, jika kondisi finansial membuat iuran sapi lebih memungkinkan, maka itu pun sangat dianjurkan karena memberikan manfaat yang luas.

Baik sapi maupun kambing, selama syarat hewan kurban terpenuhi dan niatnya lurus karena Allah, maka keduanya sama-sama berharga di sisi-Nya. Pilihlah yang paling mudah, paling bermanfaat, dan paling ikhlas untuk dilakukan.

Keywords :