Ilustrasi Idul Adha (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam kalender Islam. Tak hanya karena pelaksanaan ibadah haji dan Idul Adha, tetapi juga karena limpahan pahala yang dijanjikan Allah ﷻ bagi siapa saja yang mengisi hari-hari awal bulan ini dengan ibadah dan amal saleh.
Nabi Muhammad ﷺ bahkan menyebut sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun. Maka tak heran jika umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah di waktu mulia ini.
Berikut tujuh ibadah utama yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan Dzulhijjah.
Bagi yang mampu, menunaikan ibadah haji di bulan Dzulhijjah merupakan rukun Islam kelima. Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah menjadi puncak ibadah haji dan menjadi momentum luar biasa untuk mendapatkan pengampunan dosa.
"Haji yang mabrur tidak ada balasan kecuali surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan, terutama puasa di tanggal 9 (Arafah) bagi yang tidak berhaji. Pahalanya luar biasa: menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.
“Puasa hari Arafah menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya.”
(HR. Muslim)
Mulai dari 1 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, umat Islam disunnahkan memperbanyak dzikir: takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaaha illallah), dan tahmid (Alhamdulillah).
Ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah dan syiar keimanan yang sangat dianjurkan.
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah… maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid.”
(HR. Ahmad)
Ibadah qurban dilakukan mulai 10 hingga 13 Dzulhijjah sebagai bentuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Hewan yang disembelih dapat berupa kambing, sapi, atau unta, tergantung kemampuan.
"Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah."
(QS. Al-Kautsar: 2)
Shalat dua rakaat ini dilaksanakan pada pagi hari 10 Dzulhijjah. Ini menjadi momen kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari besar, sekaligus memperkuat solidaritas melalui pembagian daging qurban.
Bagi yang berencana berqurban, dianjurkan tidak memotong rambut dan kuku mulai dari awal Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih. Ini merupakan bentuk simbolik mengikuti larangan bagi jamaah haji yang sedang berihram.
"Jika telah masuk sepuluh hari (Dzulhijjah) dan salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah memotong rambut dan kukunya sedikit pun."
(HR. Muslim)
Bulan Dzulhijjah adalah momentum emas untuk memperbanyak:
Setiap amal baik di sepuluh hari pertama ini dilipatgandakan pahalanya lebih dari hari-hari lainnya.
Bulan Dzulhijjah bukan hanya untuk mereka yang berhaji. Umat Islam di mana pun berada bisa meraih keutamaannya dengan memperbanyak amal dan ibadah. Kesempatan meraih pahala besar ini datang hanya sekali dalam setahun. Jangan sia-siakan.