• KEISLAMAN

Perlu Tahu Adab Ziarah Kubur Menurut Islam

Yahya Sukamdani | Kamis, 22/05/2025
Perlu Tahu Adab Ziarah Kubur Menurut Islam Ilustrasi berdoa dikuburan (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Ziarah kubur adalah amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Tujuannya bukan hanya mendoakan orang yang telah wafat, tetapi juga sebagai pengingat bagi yang hidup tentang kematian dan kehidupan akhirat.
Namun, ziarah kubur bukanlah kegiatan sembarangan. Islam mengatur dengan jelas adab-adab yang harus dijaga agar ziarah tidak melenceng dari tujuan syar’i.
Dengan menjaga adab, ziarah kubur menjadi amalan yang penuh hikmah dan menjauhkan kita dari perbuatan sia-sia atau bahkan bid’ah.

  1. Niat yang Ikhlas dan tujuan yang benar

Ziarah kubur hendaknya dilakukan dengan niat untuk mengingat kematian dan mendoakan jenazah, bukan untuk mencari berkah dari kubur, apalagi meminta-minta kepada penghuni kubur.

"Dulu aku melarang kalian ziarah kubur. Sekarang ziarahlah kalian, karena ia dapat mengingatkan kalian pada akhirat."
(HR. Muslim no. 977)

  1. Mengucapkan salam kepada penghuni kubur

Rasulullah SAW mengajarkan bacaan salam ketika tiba di pemakaman:

"Assalamu’alaikum yaa ahlad-diyaar, minal-mu’miniin wal-muslimiin, wa innaa insyaa Allaahu bikum laahiqoon. Nas’alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah."
(HR. Muslim)
(Artinya: "Salam sejahtera atas kalian, wahai para penghuni kubur dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami, insyaAllah, akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan untuk kami dan kalian.")

  1. Mendoakan penghuni kubur

Ziarah kubur sebaiknya diisi dengan doa bagi mayit, memohonkan ampunan dan rahmat untuk mereka. Doa tersebut bisa dalam bentuk:

  • Doa pendek: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia..."
  • Membaca Al-Fatihah atau doa lain yang sesuai dengan tuntunan syar’i
  1. Tidak duduk di atas kubur

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya dan sampai ke kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kuburan.”
(HR. Muslim no. 971)

Dilarang keras duduk, menginjak, atau menyandarkan tubuh di atas makam.

  1. Tidak meratap atau menangis keras

Islam melarang niyahah (ratapan dengan teriakan atau tangisan keras) saat ziarah. Hal ini merupakan kebiasaan jahiliyah yang bertentangan dengan sikap sabar dan tawakal terhadap takdir Allah.

  1. Tidak membawa perlengkapan yang tidak perlu

Ziarah sebaiknya dilakukan dengan sederhana. Tidak perlu membawa bunga, dupa, atau air khusus kecuali sekadar menyiram kubur sebagai bentuk penghormatan tanpa keyakinan mistis.

  1. Dianjurkan untuk tidak berziarah di waktu yang makruh

Beberapa ulama menganjurkan agar tidak berziarah di waktu-waktu yang makruh untuk ibadah, seperti setelah Ashar hingga Magrib, atau di tengah malam, kecuali ada keperluan khusus (misal pemakaman).

  1. Menjaga pakaian dan kesopanan

Pakaian harus menutup aurat, bersih, dan tidak mencolok. Ini berlaku untuk laki-laki maupun wanita, terutama jika ziarah dilakukan di tempat umum.

Ziarah kubur bukan hanya untuk mengenang yang wafat, tapi juga menundukkan hati yang keras. Ia menjadi pengingat bahwa dunia fana, dan hanya amal saleh yang akan menyertai kita di alam kubur.

“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Tirmidzi)

Keywords :