• KEISLAMAN

Perempuan Jahiliyah Sudah Mulai Terlihat, Ini Ciri-Cirinya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 18/05/2025
Perempuan Jahiliyah Sudah Mulai Terlihat, Ini Ciri-Cirinya Ilustrasi (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Fenomena gaya hidup perempuan masa kini mendapat sorotan dari Ustadz Adi Hidayat (UAH). Dalam salah satu kajiannya, UAH menyinggung adanya kemiripan antara perilaku sebagian perempuan modern dengan kebiasaan perempuan di masa jahiliah.

Dalam ceramah yang diunggah di kanal YouTube @nasihatpendek2023, Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa iman seharusnya menjadi benteng utama dalam menentukan sikap dan cara berpakaian seorang Muslimah. "Kalau kalian mengaku beriman, maka iman itu diuji di sini," katanya dengan tegas.

Menurut UAH, keluar rumah dengan niat untuk menarik perhatian baik dengan cara berpakaian, memakai perhiasan mencolok, atau berperilaku genit, termasuk dalam kategori perilaku jahiliah yang dibungkus dengan kemasan modern.

"Saat seorang perempuan sengaja menampilkan dirinya agar menjadi pusat perhatian, apalagi laki-laki, maka itu sama saja seperti perempuan zaman jahiliah dulu," jelasnya.

Ia pun menyinggung praktik perempuan di masa lampau yang sengaja mengenakan gelang kaki berisik agar langkah mereka terdengar dan menarik perhatian. "Kalau zaman dulu, mereka jalan sambil gelangnya berbunyi cikikikikik, itu bukan kebetulan, tapi sengaja," ungkapnya sambil menirukan suara gelang yang berbunyi.

Fenomena semacam ini, menurutnya, masih terlihat di zaman sekarang, meski dalam bentuk yang lebih modern. UAH memberi contoh penggunaan aksesoris berlebihan yang justru menjadi alat untuk menarik perhatian publik.

"Kalau ada yang pakai gelang kaki sampai 2 kilo, ya itu berarti ingin diperhatikan," ujarnya sambil menyindir gaya yang nilainya berlebihan.

Ustadz Adi Hidayat menyampaikan keprihatinannya terhadap kecenderungan ini, seraya mengingatkan bahwa Islam mengajarkan kesederhanaan dan kehormatan dalam berpenampilan. Penampilan bukan alat untuk mencari pujian manusia, tetapi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keindahan seorang perempuan dalam Islam tidak terletak pada tampilannya yang mengundang perhatian, tetapi pada akhlak, keimanan, dan kesederhanaan dalam menjaga diri.

“Yang paling indah itu bukan tampilan luarnya, tapi akhlaknya. Yang dijaga bukan hanya fisik, tapi hati dan niatnya,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa zaman modern membawa tantangan tersendiri bagi perempuan Muslimah. Tekanan sosial dan tren gaya hidup kerap menjauhkan dari nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memperkuat keimanan dan memahami batasan dalam berperilaku.

Ustadz Adi Hidayat mengajak perempuan Muslim untuk lebih banyak melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ia berharap umat Islam dapat kembali menempatkan ajaran agama sebagai pijakan dalam menilai benar dan salah, bukan sekadar mengikuti arus zaman.

“Jangan sampai kita kembali ke masa jahiliah, hanya karena tidak paham mana budaya Islam dan mana budaya jahiliah yang dikemas modern,” ujarnya.

Terakhir, ia mengajak seluruh umat Islam, baik perempuan maupun laki-laki, untuk memperdalam ilmu agama sebagai langkah membentengi diri dari pengaruh negatif zaman.

Pesan Ustadz Adi Hidayat menjadi pengingat bahwa meskipun dunia terus berubah, nilai-nilai Islam harus tetap menjadi pondasi utama dalam kehidupan. Dengan menjaga akhlak dan menjauhi gaya hidup yang mengarah pada jahiliah modern, umat Islam dapat tetap menjaga martabat dan jati dirinya di tengah derasnya arus globalisasi.