• UMRAH & HAJI

Tiba-tiba Haid Saat Umrah, Ini Hukum dan Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Senin, 05/05/2025
Tiba-tiba Haid Saat Umrah, Ini Hukum dan Penjelasannya Ilustrasi perempuan sedang haid (Foto: Bincangsyariah)

Terasmuslim.com - Jika seorang wanita tiba-tiba haid saat umrah, tidak perlu panik. Dalam fiqih Islam, kondisi ini sangat diperhatikan, dan ada aturan serta solusi yang jelas agar ibadah tetap sah dan tenang. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Umrah Tidak Batal Karena Haid

Seorang wanita tidak batal niat umrahnya hanya karena haid, asalkan sudah masuk miqat dan berniat umrah sebelum haid datang. Namun, ada beberapa amalan yang harus ditunda sampai suci, seperti:

  • Thawaf (mengelilingi Ka`bah): tidak boleh dilakukan saat haid
  • Salat di Masjidil Haram: juga dilarang

Namun, amalan lain tetap sah dan boleh dilakukan, seperti:

  • Membaca zikir, doa, dan salawat
  • Sa’i (boleh dilakukan setelah thawaf jika sudah suci)
  1. Tindakan Saat Haid Datang Mendadak

Jika haid datang saat sudah niat umrah (dalam keadaan berihram), maka:

  • Tetap lanjutkan ihram seperti biasa.
  • Jangan melakukan thawaf sampai suci.
  • Bisa menunggu sampai suci, lalu mandi dan lanjut thawaf.
  • Jika waktu sangat terbatas (misalnya rombongan harus segera kembali), bisa pertimbangkan badal umrah atau bertanya pada pembimbing untuk solusi darurat, seperti menunda perjalanan atau mengubah rencana.
  1. Fatwa dan Dalil

Hadis riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Kami keluar bersama Nabi untuk haji Wada`. Ketika kami sampai di Sarif (dekat Makkah), aku haid. Nabi masuk dan aku sedang menangis. Beliau bertanya, `Kenapa kamu menangis?` Aku menjawab, `Aku haid.` Nabi bersabda, `Ini adalah hal yang telah Allah tetapkan pada anak cucu Adam. Lakukan semua amalan haji kecuali thawaf di Ka`bah hingga kamu suci.`”
(HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Setelah Suci, Apa yang Harus Dilakukan?
  • Segera mandi besar (mandi junub) dan berpakaian ihram kembali (jika belum lepas).
  • Lakukan thawaf, lalu lanjutkan sa’i dan tahallul (memotong rambut).
  • Maka umrahmu sah, dan tidak perlu mengulang dari awal.
  1. Tips Praktis:
  • Bawa pembalut cadangan dan baju ganti selama umrah.
  • Diskusikan dengan pembimbing jika ada kemungkinan haid datang di waktu ibadah.
  • Jika ingin mencegah haid, beberapa wanita memakai obat penunda haid (harus atas saran dokter, dan bukan wajib).

Haid saat umrah bukanlah penghalang mutlak. Islam memberi kemudahan: niat tetap sah, dan ibadah bisa dilanjutkan setelah suci. Yang penting adalah menjaga ihram, sabar, dan mengikuti panduan syariat.

Keywords :