Ilustrasi sholat (Foto: shariarepublika)
Terasmuslim.com - Dalam pandangan Islam, hidup seorang lelaki bukan sekadar perjalanan mencari nafkah, tetapi sebuah amanah besar yang sarat tanggung jawab, pengorbanan, dan nilai ibadah. Seorang lelaki tidak hanya bertanggung jawab atas dirinya, tetapi juga atas keluarga, masyarakat, dan agama. Realita ini telah digariskan dalam Al-Qur`an, hadits Nabi Nabi Muhammad SAW, serta pemahaman ulama sepanjang zaman.
"Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita..."
(QS. An-Nisa: 34)
Ayat ini menegaskan bahwa lelaki adalah qawwam (pemimpin/pelindung), artinya ia wajib melindungi, menafkahi, membimbing secara agama, dan menjaga keluarganya dari api neraka (lihat juga QS. At-Tahrim: 6).
Realitanya, peran ini menuntut:
Rasulullah SAW bersabda:
"Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar untuk memerdekakan budak, satu dinar disedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu — yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu."
(HR. Muslim)
Mencari nafkah dalam Islam bukan sekadar ekonomi, tapi bagian dari ibadah jika diniatkan untuk menghalalkan rezeki dan menunaikan kewajiban.
Lelaki Muslim sejati dituntut:
"Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan..."
(QS. Al-Baqarah: 155)
Dalam keluarga, masyarakat, dan umat, seorang lelaki ideal adalah yang bisa menjadi:
Rasulullah SAW adalah sebaik-baik contoh bagi para lelaki, baik sebagai pemimpin, suami, ayah, maupun sahabat.
Kemuliaan seorang lelaki bukan karena jenis kelaminnya, tetapi karena ketakwaannya:
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
(QS. Al-Hujurat: 13)
Artinya, lelaki tidak cukup hanya "menjadi laki-laki" secara biologis. Ia harus berjuang membentuk jiwa tangguh dan bersih di hadapan Allah.
Di balik perjuangan hidup, seorang lelaki hendaknya:
Realita hidup lelaki menurut Islam adalah perjuangan seumur hidup yang bernilai ibadah jika dijalani dengan niat yang benar. Lelaki adalah pelindung, pencari nafkah, pembimbing, dan penanggung jawab moral serta spiritual. Kemuliaannya bukan pada kekuatan fisik, tetapi pada kesungguhan menjaga amanah yang Allah berikan.