• KEISLAMAN

Demam Menurut Islam, Ini Keterangannya

Yahya Sukamdani | Rabu, 30/04/2025
Demam Menurut Islam, Ini Keterangannya Ilustrasi sakit demam

Teras muslim.com - Dalam Islam demam dipandang bukan selalu pertanda penyakit biasa, melainkan bisa juga dipahami sebagai:

  1. Sarana penggugur dosa
  2. Ujian dan rahmat dari Allah
  3. Bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya
  1. Demam sebagai Penggugur Dosa

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan semua itu."
(HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573)

Artinya, demam yang dialami seseorang bisa menjadi cara Allah menghapus dosa-dosa kecilnya, selama ia bersabar dan ridha terhadap ketentuan Allah.

  1. Demam sebagai Rahmat dan Ujian

Dalam hadits lain:

"Demam itu menghilangkan dosa sebagaimana api menghilangkan kotoran besi."
(HR. Muslim no. 2575)

Demam di sini bukan semata-mata penyakit yang harus dimaki atau disesali, melainkan ujian untuk meningkatkan derajat seorang mukmin. Meski demam punya makna positif dalam Islam, tetap diperintahkan untuk:

  • Berdoa memohon kesembuhan.
  • Berusaha mencari pengobatan.
  • Tidak mengeluhkan takdir, namun mengeluhkan rasa sakit kepada Allah dalam doa (bukan menggerutu di hadapan manusia).
  1. Rasulullah ﷺ Melarang Mencela Penyakit

Dalam Islam, tidak dibenarkan mencela demam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Janganlah engkau mencela demam, karena ia menghilangkan dosa-dosa anak Adam sebagaimana alat pandai besi menghilangkan karat besi."
(HR. Muslim no. 2575)

Makna hadits ini:

  • Jangan mencela sakit (termasuk demam).
  • Bersabarlah karena ia membawa manfaat akhirat.

Dalam Islam, demam bukan sekadar penyakit, tetapi bisa menjadi rahmat, ampunan dosa, dan tanda kasih sayang Allah.
Namun tetap dianjurkan untuk berikhtiar mencari kesembuhan, berdoa, dan bersabar.

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6)