Ilustrasi sakit demam
Teras muslim.com - Dalam Islam demam dipandang bukan selalu pertanda penyakit biasa, melainkan bisa juga dipahami sebagai:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan semua itu."
(HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573)
Artinya, demam yang dialami seseorang bisa menjadi cara Allah menghapus dosa-dosa kecilnya, selama ia bersabar dan ridha terhadap ketentuan Allah.
Dalam hadits lain:
"Demam itu menghilangkan dosa sebagaimana api menghilangkan kotoran besi."
(HR. Muslim no. 2575)
Demam di sini bukan semata-mata penyakit yang harus dimaki atau disesali, melainkan ujian untuk meningkatkan derajat seorang mukmin. Meski demam punya makna positif dalam Islam, tetap diperintahkan untuk:
Dalam Islam, tidak dibenarkan mencela demam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Janganlah engkau mencela demam, karena ia menghilangkan dosa-dosa anak Adam sebagaimana alat pandai besi menghilangkan karat besi."
(HR. Muslim no. 2575)
Makna hadits ini:
Dalam Islam, demam bukan sekadar penyakit, tetapi bisa menjadi rahmat, ampunan dosa, dan tanda kasih sayang Allah.
Namun tetap dianjurkan untuk berikhtiar mencari kesembuhan, berdoa, dan bersabar.
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6)