• KEISLAMAN

Gus Baha: Menjadi Kekasih Allah Itu Sederhana, Asal Tidak Menyakiti Sesama

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 27/04/2025
Gus Baha: Menjadi Kekasih Allah Itu Sederhana, Asal Tidak Menyakiti Sesama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (Foto: Screenshoot TikTok)

Terasmuslim.com - Banyak orang mengira bahwa menjalankan agama itu rumit, penuh aturan yang berat, dan menuntut banyak pengorbanan. Namun, pandangan ini ditepis oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha. Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha justru menegaskan: jalan menuju ridha Allah itu sangat ringan, asal niat benar dan tidak merugikan orang lain.

Dengan gaya santai dan senyum khasnya, Gus Baha menceritakan betapa sederhananya Islam memandang ibadah. “Menjadi orang saleh itu gampang,” katanya, sambil mengingatkan jamaah untuk tidak merasa terbebani dalam beragama.

Gus Baha mengisahkan, bahkan amal kecil seperti menyingkirkan duri dari jalan, atau sekadar merawat hewan, bisa mengantarkan seseorang menjadi kekasih Allah. Allah, kata Gus Baha, sangat menghargai perbuatan sederhana yang dilakukan dengan hati ikhlas.

Tidak hanya itu, beliau mengungkapkan bahwa dalam Islam, bahkan keinginan untuk berbuat dosa yang akhirnya diurungkan pun dicatat sebagai pahala. “Begitu luasnya kasih sayang Allah, sampai-sampai niat baik saja sudah dihitung sebagai amal,” ujar Gus Baha.

Dalam satu kesempatan yang dirangkum dari tayangan kanal YouTube @khidmatumatchannel9230, Gus Baha mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:

“Menahan keburukanmu dari orang lain, itu adalah sedekah dari dirimu untuk dirimu sendiri.”

Dari sabda itu, Gus Baha menekankan, kalau memang belum mampu banyak berbuat baik, paling tidak jangan menjadi penyebab orang lain terluka.

Dengan gayanya yang khas, ia berseloroh, “Kalau belum bisa apa-apa, ya tidur saja di rumah. Jangan malah keluyuran sambil marah-marah tanpa sebab. Yang penting, tidak mengganggu tetangga.” Jamaah pun tertawa renyah mendengar guyonan itu.

Menurut Gus Baha, kunci ibadah dalam Islam bukan hanya soal banyaknya amal ritual, melainkan akhlak baik dalam hubungan sosial. Menjaga lisan, sabar, tidak ikut campur urusan orang, semua itu sudah termasuk bagian dari ibadah.

Ia juga mengingatkan agar jangan terjebak pada pemahaman sempit bahwa ibadah hanya sebatas shalat, puasa, atau haji. “Setiap amal baik yang diniatkan untuk Allah, meskipun kecil, itu juga ibadah,” tegas Gus Baha.

Melalui tausiyahnya, Gus Baha ingin membebaskan umat dari beban berat dalam beragama. Islam, menurutnya, adalah jalan kasih sayang, bukan jalan penyiksaan.

Menjadi hamba yang dicintai Allah tidak perlu menunggu menjadi sempurna. Cukup terus memperbaiki diri, menjaga niat, dan menghindari menyakiti sesama, itu sudah langkah besar menuju kemuliaan di sisi-Nya.

Di akhir pengajiannya, Gus Baha mengajak jamaah untuk menikmati perjalanan spiritual dengan ringan hati, penuh cinta, dan terus berharap pada rahmat Allah yang luas.