Ilustrasi foto sedang menuntut ilmu
Terasmuslim.com - Ikut-ikutan tren dalam Islam itu nggak otomatis dilarang, tapi harus disaring dulu: apakah tren itu sejalan dengan nilai Islam atau justru menjauhkan dari akhlak dan tauhid?
Prinsip Islam dalam Menyikapi Tren
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka."
(HR. Abu Dawud)
- Kalau tren itu identik dengan budaya yang menyimpang (hedonisme, liberalisme nilai, maksiat), maka ikut-ikutannya bisa jadi dosa.
Contoh: tren pakaian terbuka, challenge TikTok yang merendahkan diri, gaya hidup konsumtif.
Islam itu fleksibel, bukan anti-modern. Yang penting:
“Apa yang dibawa Rasul maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah...”
(QS Al-Hasyr: 7)
- Kalau tren itu positif, seperti tren hidup sehat, belajar AI, produktivitas, self-growth — nggak apa-apa ikut, bahkan bisa jadi amal.
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya...”
(HR. Bukhari-Muslim)
- Ikut tren hanya untuk pamer, eksis, cari validasi, bisa menyesatkan. Tapi kalau niatnya belajar, berdakwah, menginspirasi, bisa berpahala.
“Kebanyakan dari mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran.”
(QS Yunus: 36)
- Dalam Islam, kita diajarkan untuk berpikir kritis, bukan asal ikut-ikutan. Muslim harus jadi "leader of values", bukan "follower of noise."