• KEISLAMAN

Sambut Ramadhan, Saatnya Bersihkan Hati dan Perbanyak Ibadah

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 26/02/2025
Sambut Ramadhan, Saatnya Bersihkan Hati dan Perbanyak Ibadah Ilustrasi Ramadhan (Foto: tribunnews)

Terasmuslim.com - Dalam hitungan hari, umat Islam di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan, bulan yang dianggap penuh berkah dan menjadi momen untuk meningkatkan ibadah. Pentingnya menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita serta memohon maaf kepada sesama sebagai langkah utama dalam mempersiapkan diri memasuki bulan suci.

Meskipun terlihat sebagai dua hal yang berbeda, kebahagiaan dalam menyambut Ramadhan dan saling memaafkan sejatinya saling berkaitan. Mereka yang gembira menyambut bulan suci ini cenderung mendatangi keluarga, tetangga, serta sahabat untuk berbagi kebahagiaan sekaligus meminta maaf. Dengan demikian, hati menjadi bersih saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

Salah satu bentuk persiapan terbaik adalah bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada sesama. Terutama bagi mereka yang lebih dahulu meminta maaf, hal ini menjadi nilai tambah tersendiri. Dalam kehidupan sosial, tidak jarang terjadi perselisihan atau kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. Oleh karena itu, Islam menganjurkan untuk menyelesaikan permasalahan sesegera mungkin agar memasuki Ramadhan dengan hati yang tenang dan jiwa yang bersih.

Dalam Al-Qur’an, surat Al-Baqarah ayat 178 menegaskan pentingnya memberi dan menerima maaf sebagai bentuk kemurahan hati dan kasih sayang dari Allah:

"Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih." (QS Al-Baqarah: 178)

Nabi Muhammad SAW juga menekankan agar setiap orang menyelesaikan tanggung jawabnya kepada sesama sebelum akhirat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah menegaskan bahwa mereka yang memiliki tanggungan terhadap orang lain harus segera menyelesaikannya di dunia, baik dengan menebusnya maupun dengan meminta maaf. Sebab, di akhirat kelak, tidak ada lagi harta untuk membayar kesalahan, melainkan akan diperhitungkan melalui amal baik dan buruk seseorang.

Selain meminta maaf, Islam juga mengajarkan untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya:

“Bulan Ramadhan telah datang. Bulan penuh berkah, yang di dalamnya Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang dari keberkahannya, maka sungguh ia telah merugi.”

Bagi orang-orang beriman, mengetahui keistimewaan bulan Ramadhan menjadi kebahagiaan tersendiri. Bahkan, dalam hadis lain disebutkan bahwa siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni (HR. Bukhari dan Muslim).

Syekh Usman Al-Khaubawi dalam kitab Durratun Nashihin menulis bahwa mereka yang merasa bahagia dengan datangnya bulan Ramadhan akan dijauhkan dari api neraka. Namun, para ulama masih memperdebatkan makna dari hadis ini, apakah hanya dengan perasaan bahagia seseorang bisa terbebas dari neraka, atau harus disertai dengan amal ibadah yang baik.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, menyambut Ramadhan bukan hanya tentang menantikan bulan puasa, tetapi juga menyiapkan diri secara spiritual dengan membersihkan hati, saling memaafkan, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.