Ilsutrasi (Foto: BBC)
Terasmuslim.com - Makan adalah salah satu kebutuhan mendasar manusia, tetapi Islam mengajarkan bahwa kegiatan ini juga memiliki dimensi spiritual. Nabi Muhammad SAW memberikan tuntunan berupa sunnah-sunnah yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar makan menjadi berkah dan sehat. Berikut adalah beberapa sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW terkait dengan adab makan:
Sebelum mulai makan, dianjurkan untuk membaca “Bismillah”. Nabi SAW bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah di awal, maka hendaklah ia mengucapkan: `Bismillahi fî awwalihi wa akhirihi` (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)."
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Membaca basmalah sebelum makan adalah wujud syukur kepada Allah atas rezeki yang diberikan dan memohon keberkahan.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menggunakan tangan kanan saat makan. Beliau bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya. Dan jika minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya."
(HR. Muslim)
Kebiasaan ini mencerminkan adab dan penghormatan terhadap makanan.
Rasulullah SAW melarang meniup makanan atau minuman, terutama yang masih panas. Beliau bersabda:
"Janganlah salah seorang di antara kalian meniup pada makanan atau minumannya."
(HR. Ahmad)
Larangan ini bukan hanya terkait adab, tetapi juga menjaga kebersihan dan kesehatan.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk tidak berlebihan dalam makan. Beliau bersabda:
"Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan punggungnya. Jika harus, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara."
(HR. Tirmidzi)
Sikap moderasi ini mengajarkan umat Islam untuk hidup sehat dan tidak boros.
Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai makanan tersebut, beliau memakannya, dan jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa mencela. Hal ini tercermin dalam hadis:
"Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka, beliau memakannya, dan jika tidak suka, beliau meninggalkannya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Sikap ini mencerminkan rasa syukur atas nikmat Allah.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk berbagi makanan dengan orang lain. Beliau bersabda:
"Makanan untuk satu orang cukup untuk dua orang, makanan untuk dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan untuk empat orang cukup untuk delapan orang."
(HR. Muslim)
Berbagi makanan adalah wujud solidaritas sosial dan keberkahan dalam Islam.
Setelah selesai makan, Nabi SAW menganjurkan untuk mengucapkan syukur kepada Allah. Doa yang diajarkan beliau adalah:
"Alhamdulillahilladzi ath’amana wa saqana wa ja’alna muslimin"
(Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami sebagai orang-orang muslim).
(HR. Abu Dawud)
Sunnah makan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tidak hanya memberikan keberkahan tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kesehatan, kebersihan, dan rasa syukur. Dengan menerapkan sunnah-sunnah ini, seorang muslim dapat menjadikan kegiatan makan sebagai ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita amalkan sunnah-sunnah ini dalam kehidupan sehari-hari untuk keberkahan dunia dan akhirat.