• KEISLAMAN

Athirah, Tradisi Menyembelih di Bulan Rajab

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 01/01/2025
Athirah, Tradisi Menyembelih di Bulan Rajab Ilustrasi (Foto: pinterest)

Terasmuslim.com - Dalam sejarah bangsa Arab, bulan ini menjadi momen khusus untuk menjauh dari konflik dan peperangan. Ada sebuah tradisi yang unik, di mana setiap kali bulan Rajab tiba, masyarakat Arab Jahiliah mematahkan anak panah mereka dan menyimpan senjata mereka sebagai simbol penghormatan terhadap bulan suci ini. Hal ini mereka lakukan demi menjaga perdamaian dan menciptakan suasana ketenangan di tengah masyarakat.

Bangsa Arab Jahiliyah memiliki kebiasaan untuk memperbanyak sedekah di bulan ini. Salah satu tradisi unik yang dilakukan adalah menyembelih hewan ternak selama sepuluh hari pertama bulan Rajab, yang kemudian dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Tradisi ini dikenal dengan sebutan athirah atau rajabiyah. Tujuan utama dari tradisi ini adalah untuk memohon keberkahan hidup serta memberikan manfaat kepada sesama melalui sedekah. Tradisi athirah ini juga merupakan bentuk pengharapan agar segala urusan dan kehidupan mereka diliputi keberkahan.

Dalam sebuah kitab klasik karya Ath-Thahawi Abu Ja`far, Syarh Musykil al-Atsar, disebutkan bahwa tradisi ini telah memiliki akar yang kuat dalam budaya masyarakat Arab dan tetap dipandang sebagai amalan yang penuh kebaikan. Islam sendiri membawa ajaran yang tidak hanya menghargai tradisi ini, tetapi juga memberikan anjuran untuk melestarikannya, sebagaimana disyariatkan dalam ibadah kurban yang dilakukan pada hari raya Idul Adha.

Rasulullah SAW bersabda:

قال رسول الله على كل أهل بيت في كل عام أضحية وعتيرة

"Hendaknya bagi setiap keluarga pada setiap tahunnya, menyembelih kurban serta athirah." (HR Ibnu Majah)

Hadits ini memberikan pemahaman bahwa menyembelih hewan di bulan Rajab untuk kemudian disedekahkan, sebagaimana tradisi athirah, adalah perbuatan yang dianjurkan. Dengan demikian, bulan Rajab menjadi salah satu momen yang tepat untuk meningkatkan amal kebaikan, baik berupa ibadah, sedekah, maupun amal saleh lainnya.

Bulan Rajab juga termasuk dalam empat bulan haram dalam Islam, yaitu bulan-bulan yang dimuliakan dan dijauhkan dari segala bentuk peperangan serta konflik. Di bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak beribadah, memperbanyak amal saleh, dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

Sebagai umat Islam, bulan Rajab seharusnya menjadi momen refleksi diri untuk memperbaiki kualitas ibadah dan meningkatkan amal kebaikan. Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan yang akan datang.

Semoga dengan datangnya bulan Rajab, kita semua bisa memaksimalkan waktu dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, dan menanamkan bekal amal saleh sebagai persiapan menghadapi kehidupan di akhirat kelak. Bulan Rajab bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga tentang memperkokoh iman dan memperluas manfaat kepada sesama.