Ilustrasi Isra Mi’raj (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam agama Islam yang menjadi tanda kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab, yang hingga kini diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai momentum penting dalam perjalanan spiritual dan keimanan.
Isra Mi’raj terdiri dari dua bagian perjalanan. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini dilakukan dalam satu malam dengan kendaraan istimewa bernama Buraq. Mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, yaitu langit tertinggi untuk bertemu langsung dengan Allah SWT.
Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada masa-masa sulit dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, beliau kehilangan dua sosok yang sangat berarti dalam hidupnya, yaitu istri tercinta Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Tahun ini dikenal sebagai “Ām al-Ṭuzn” atau Tahun Kesedihan.
Dalam keadaan duka yang mendalam, Allah SWT memberikan penghiburan dan kekuatan kepada Nabi melalui peristiwa agung ini. Isra Mi’raj bukan hanya menjadi bukti kenabian beliau, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertegas ajaran Islam kepada umat manusia.
Perjalanan Isra dimulai dari Masjidil Haram. Dengan mengendarai Buraq, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Malaikat Jibril. Dalam perjalanan ini, Nabi singgah di beberapa tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi, seperti Madinah, Bukit Sinai, dan Betlehem. Setibanya di Masjidil Aqsa, beliau memimpin salat bersama para nabi sebelumnya.
Setelah Isra, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj. Dalam perjalanan ini, beliau melewati tujuh lapis langit dan bertemu dengan para nabi, seperti Nabi Adam AS, Nabi Isa AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Ibrahim AS. Di Sidratul Muntaha, Nabi menerima perintah salat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam.
Isra Mi’raj mengajarkan banyak hal kepada umat Islam. Di antaranya adalah:
Hingga kini, Isra Mi’raj diperingati dengan berbagai cara, seperti pengajian, ceramah agama, dan salat malam. Bulan Rajab menjadi waktu yang istimewa untuk meningkatkan ibadah dan merenungkan makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW.
Isra Mi’raj tidak hanya menjadi peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi umat Muslim untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas keimanan serta ibadah.