• SOSOK

Abdullah bin Mas`ud: Penggembala Sederhana yang Menjadi Ahli Al-Qur`an

M. Habib Saifullah | Sabtu, 21/12/2024
Abdullah bin Mas`ud: Penggembala Sederhana yang Menjadi Ahli Al-Qur`an Abdullah bin Mas`ud: Penggembala Sederhana yang Menjadi Ahli Al-Qur`an (Foto: Ilustrasi)

Madinah, 32 H (652 M)Abdullah bin Mas`ud, seorang sahabat Rasulullah SAW yang berasal dari kalangan biasa, dikenal luas sebagai salah satu sosok paling dihormati dalam sejarah Islam. Ia memainkan peran penting dalam pengajaran, penghafalan, dan penyebaran Al-Qur`an di masa Nabi Muhammad SAW.

Profil Singkat Abdullah bin Mas`ud

Awal Perjalanan Menuju Islam

Abdullah bin Mas`ud bukanlah tokoh dari keluarga kaya atau terpandang. Sebelum masuk Islam, ia bekerja sebagai penggembala kambing milik Uqbah bin Abi Mu`aith, seorang pemuka Quraisy. Kehidupan sederhananya berubah saat ia bertemu dengan Rasulullah SAW dan Abu Bakar As-Shiddiq yang meminta susu dari kambing yang digembalakannya.

Dengan keajaiban dari Allah, kambing yang sebelumnya tidak memiliki susu tiba-tiba mengeluarkan susu segar. Abdullah yang menyaksikan kejadian itu merasa kagum dan tersentuh. Tak butuh waktu lama, ia pun memutuskan untuk masuk Islam. Keputusannya ini membuatnya menjadi bagian dari As-Sabiqun Al-Awwalun, kelompok sahabat yang pertama kali memeluk Islam.

Kontribusi Abdullah bin Mas`ud dalam Islam

1. Ahli dan Guru Al-Qur`an

Abdullah bin Mas`ud dikenal sebagai salah satu penghafal Al-Qur`an terbaik di kalangan para sahabat. Ia mampu menghafal dan memahami Al-Qur`an secara mendalam. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur`an dengan bacaan yang murni sebagaimana diturunkan, maka hendaklah ia membacanya sesuai dengan bacaan Ibnu Ummi `Abd (julukan Abdullah bin Mas`ud)."

Rasulullah juga menyebutkan empat nama sahabat terbaik yang dapat dijadikan rujukan dalam membaca Al-Qur`an, yaitu Abdullah bin Mas`ud, Salim Maula Abu Hudzaifah, Ubay bin Ka`ab, dan Mu`adz bin Jabal.

2. Qari Pertama yang Membaca Al-Qur`an Secara Terbuka

Abdullah bin Mas`ud adalah sosok yang memiliki keberanian besar. Ia adalah orang pertama yang membaca Al-Qur`an secara terbuka di depan umum di Mekkah. Kejadian ini terjadi di hadapan para pemimpin Quraisy di sekitar Ka`bah.

Saat itu, Abdullah dengan lantang membaca Surah Ar-Rahman. Keberanian tersebut membuat para pemimpin Quraisy marah. Mereka kemudian menyerangnya dan memukulinya hingga terluka parah. Meskipun begitu, Abdullah tidak gentar. Ia terus melakukan aksinya hingga Al-Qur`an semakin dikenal di kalangan masyarakat Mekkah.

3. Guru dan Pembimbing Sahabat serta Tabi’in

Selain mengajarkan Al-Qur`an, Abdullah bin Mas`ud juga dikenal sebagai seorang ulama besar. Ia kerap memberikan pengajaran kepada para sahabat dan tabiin. Keilmuannya dalam Al-Qur`an dan tafsir menjadi rujukan bagi banyak sahabat lainnya.

Salah satu murid terkenal dari Abdullah bin Mas`ud adalah Alqamah bin Qais, seorang tabiin besar yang menyebarkan ilmu Abdullah di Kufah, Irak. Ilmu yang diwariskan oleh Abdullah bin Mas`ud turut mempengaruhi mazhab-mazhab fikih di kemudian hari, termasuk mazhab Hanafi.

Keutamaan Abdullah bin Mas`ud

  1. Salah Satu dari Empat Guru Utama Al-Qur`an Nabi Muhammad SAW secara khusus meminta para sahabat belajar Al-Qur`an dari empat orang, salah satunya Abdullah bin Mas`ud. Ia dikenal sebagai ahli bacaan dan penghafal Al-Qur`an.

  2. Orang yang Dijamin Masuk Surga Abdullah bin Mas`ud masuk dalam golongan sahabat yang dijamin masuk surga. Ia adalah salah satu dari 10 sahabat yang disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai penghuni surga.

  3. Kesederhanaan dan Ketawadhu`an Meskipun memiliki keilmuan tinggi, Abdullah bin Mas`ud tetap rendah hati. Ia kerap hidup sederhana dan menghindari kemewahan. Ia pernah berkata,

    "Sesungguhnya aku membenci dunia ini, aku tidak pernah menyukai dunia dan aku pun tidak pernah merasa terikat dengannya."

Kisah Inspiratif Abdullah bin Mas`ud

Suatu hari, Abdullah bin Mas`ud mendengar bahwa Rasulullah SAW menginginkan Al-Qur`an dibacakan kepadanya. Meskipun Nabi sendiri menerima wahyu dari Allah, beliau tetap ingin mendengar bacaan Al-Qur`an dari orang lain.

Rasulullah berkata kepada Abdullah, "Bacakanlah untukku Al-Qur`an." Abdullah menjawab, "Ya Rasulullah, bagaimana mungkin aku membacakannya untukmu, padahal Al-Qur`an diturunkan kepadamu?" Rasulullah menjawab, "Aku senang mendengarnya dari orang lain." Maka Abdullah pun mulai membaca surah An-Nisa`.

Ketika ia sampai pada ayat:

"Maka bagaimana (keadaan mereka) jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu?" (QS. An-Nisa: 41)

Rasulullah menangis hingga matanya berlinang air mata. Abdullah pun berhenti membaca karena ia melihat tangis Rasulullah yang tersentuh oleh ayat tersebut.

Wafatnya Abdullah bin Mas`ud

Abdullah bin Mas`ud wafat pada tahun 32 H (652 M) di Madinah pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan. Sebelum wafat, ia sempat mengalami sakit cukup lama. Mengetahui hal itu, Khalifah Utsman menawarkan bantuan finansial kepadanya, tetapi Abdullah menolak dengan mengatakan,

"Aku tidak membutuhkannya, wahai Amirul Mukminin. Aku lebih mengandalkan harta akhiratku di sisi Allah."

Setelah wafatnya, banyak sahabat dan tabiin yang merasa kehilangan. Beliau dimakamkan di Pemakaman Baqi’ di Madinah, tempat peristirahatan terakhir bagi banyak sahabat Rasulullah.

Warisan dan Pengaruh Abdullah bin Mas`ud

Pengaruh Abdullah bin Mas`ud terhadap umat Islam bertahan hingga saat ini. Kontribusinya dalam ilmu tafsir, fikih, dan pembacaan Al-Qur`an menjadi dasar bagi banyak ulama setelahnya. Mazhab Hanafi bahkan banyak mengambil rujukan dari pemikiran Abdullah bin Mas`ud.

Sebagai seorang sahabat yang dekat dengan Nabi, pengajaran Abdullah bin Mas`ud memiliki pengaruh yang luas di Kufah, Irak, dan wilayah Islam lainnya. Karya dan ilmunya diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui para ulama dan tabiin besar.

Kesimpulan

Abdullah bin Mas`ud adalah seorang sahabat yang luar biasa. Dari seorang penggembala kambing, ia menjadi guru Al-Qur`an terbaik, pemberani yang pertama membaca Al-Qur`an di hadapan Quraisy, dan sosok yang dijamin masuk surga. Kesederhanaannya, ketekunan dalam menghafal Al-Qur`an, dan keilmuannya menjadikannya teladan bagi seluruh umat Islam hingga hari ini.

Warisan ilmu Abdullah bin Mas`ud hidup dalam tradisi keilmuan Islam, baik di bidang tafsir, fikih, maupun pengajaran Al-Qur`an. Namanya akan terus dikenang sebagai salah satu sosok terpenting dalam sejarah penyebaran Islam dan pemeliharaan Al-Qur`an.