• KEISLAMAN

Ketika Istri Tidak Taat kepada Suami, Ini Dampaknya bagi Rumah Tangga

Yahya Sukamdani | Selasa, 06/01/2026
Ketika Istri Tidak Taat kepada Suami, Ini Dampaknya bagi Rumah Tangga Ilustrasi foto istri yang menolak komunikasi dengan suami

Terasmuslim.com - Dalam Islam, ketaatan istri kepada suami ditempatkan dalam koridor ketaatan kepada Allah dan selama tidak melanggar syariat. Allah berfirman, “Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah yang taat (kepada Allah dan suaminya) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” (QS. An-Nisa: 34). Ketika istri menolak ketaatan yang ma’ruf seperti meremehkan kepemimpinan suami, membangkang tanpa alasan syar’i, atau mengabaikan hak suami hal ini dapat merusak keseimbangan peran dalam rumah tangga dan menghilangkan ketenangan (sakinah) yang menjadi tujuan pernikahan.

Rasulullah ﷺ memperingatkan dampak spiritual dari sikap durhaka kepada suami. Dalam hadis disebutkan, “Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan suaminya murka kepadanya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan yang disengaja dan tanpa alasan syar’i bukan perkara ringan. Ia berdampak pada keberkahan hidup, mengundang konflik berkepanjangan, dan melemahkan ikatan emosional antara suami dan istri.

Dampak tersebut tidak berhenti pada pasangan, tetapi juga dirasakan oleh anak-anak. Anak yang tumbuh dalam rumah tangga penuh pertentangan akan kehilangan teladan tentang adab, kepemimpinan, dan saling menghormati. Al-Qur’an menegaskan pentingnya menjaga keluarga dari kerusakan, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6). Ketika ibu tidak menghormati ayah, anak berpotensi meniru sikap tersebut, sehingga terbentuk karakter pembangkang, kurang adab, dan rapuh secara emosional.

Islam menawarkan solusi yang adil dan seimbang. Istri diperintahkan taat dalam kebaikan, sementara suami wajib memimpin dengan adil, lembut, dan penuh tanggung jawab. Rasulullah ﷺ bersabda, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim). Dengan ketaatan yang dilandasi iman, komunikasi yang baik, dan saling menunaikan hak serta kewajiban, rumah tangga akan menjadi lingkungan yang aman, penuh berkah, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak yang shalih dan berakhlak mulia.