• KEISLAMAN

Ini Adab dan Doa Mengusir Hama Tikus di Sawah

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 28/09/2025
Ini Adab dan Doa Mengusir Hama Tikus di Sawah Ilustrasi - berdoa (Foto: tribunnews)

Jakarta, Terasmuslim.com - Serangan hama tikus masih menjadi persoalan klasik bagi para petani di berbagai daerah.

Selain upaya teknis melalui pengendalian hama terpadu, Islam juga mengajarkan doa-doa tertentu yang dapat dipanjatkan agar tanaman senantiasa terlindungi dari gangguan hewan perusak. Salah satunya adalah doa mengusir hama tikus di sawah.

Doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika petani memasuki sawah atau melihat tanda-tanda adanya serangan hama:

اَللّٰهُمَّ أَخْرِجْ عَنَّا الْفَوَاسِقَ مِنَ الْحَيَّاتِ وَالْعَقَارِبِ وَالْفَأْرِ وَسَائِرِ الْهَوَامِّ مِنْ أَرْضِنَا وَزُرُوْعِنَا

Allāhumma akhrij ‘annā al-fawāsiqa minal-ḥayyāti wal-‘aqāribi wal-fa’ri wa sā’iril-hawāmmi min arḍinā wa zurū‘inā.

“Ya Allah, jauhkanlah dari kami binatang-binatang pengganggu seperti ular, kalajengking, tikus, dan semua hewan perusak dari tanah serta tanaman kami.”

Selain melafalkan doa, ada adab yang dianjurkan agar permohonan ini lebih bernilai ibadah dan sejalan dengan tuntunan syariat:

1. Niat yang ikhlas

Doa dipanjatkan sebagai bentuk tawakal kepada Allah, bukan sekadar ritual pengusir hama.

2. Membaca basmalah

Setiap kali masuk area sawah atau hendak memulai aktivitas bertani.

3. Menggabungkan ikhtiar

Doa sebaiknya diiringi dengan usaha nyata seperti menjaga kebersihan sawah, menutup lubang persembunyian tikus, dan menggunakan metode pengendalian ramah lingkungan.

4. Tidak menyakiti tanpa alasan

Islam mengajarkan bahwa hewan adalah makhluk Allah. Bila harus diberantas, hendaknya dilakukan dengan cara yang tidak berlebihan.

5. Berjamaah lebih baik

Sebagian ulama menganjurkan doa ini dibaca bersama-sama oleh para petani sebagai wujud doa kolektif dan ikhtiar bersama.

Doa mengusir hama tikus ini menegaskan bahwa Islam memandang pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga ibadah. Menjaga tanaman berarti menjaga amanah Allah untuk memberi manfaat bagi banyak orang.

Selain itu, doa ini juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara usaha lahiriah (ikhtiar) dan upaya batiniah (doa dan tawakal). Dengan begitu, hasil pertanian diharapkan bukan hanya berkah secara materi, tetapi juga membawa ketenteraman hati bagi para petani.