Ilustrasi - berdoa (Foto: tribunnews)
Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam kehidupan, tak ada ikatan yang lebih tulus dan mendalam daripada kasih seorang ibu terhadap anaknya.
Akan tetapi, tak jarang hubungan itu diuji oleh jarak, kesalahpahaman, atau luka di masa lalu. Bagi sebagian ibu, memohon kepada Sang Pencipta menjadi satu-satunya jalan agar hati sang anak luluh dan kembali ke pelukannya.
Banyak kisah menyentuh tentang ibu yang meneteskan air mata dalam sepi, sembari menengadahkan tangan penuh harap.
Dalam tradisi Islam, doa diyakini sebagai senjata orang beriman, dan doa ibu apalagi yang dipanjatkan dalam tangis dan kerendahan hati adalah doa yang paling dekat dengan ijabah (dikabulkan).
Berikut adalah salah satu doa yang sering diamalkan para ibu agar anak kembali ke jalan yang lurus, kembali ke pelukannya, dan hatinya dilunakkan oleh Allah SWT:
"Allahumma yaa muqallibal quluub, tsabbit qalba waladii (atau: binti) ‘alaa diinika, dan lunakkan hatinya kepadaku, sebagaimana Engkau lunakkan besi kepada Nabi Dawud."
(Artinya: Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati anakku di atas agama-Mu, dan lunakkan hatinya kepadaku, sebagaimana Engkau melunakkan besi kepada Nabi Dawud.)
Dalam kondisi hati yang hancur dan hubungan yang merenggang, penting bagi seorang ibu untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga menjaga kelembutan, kesabaran, dan keikhlasan. Sebab doa yang keluar dari hati yang penuh kasih dan tanpa dendam lebih besar kemungkinannya dikabulkan.
Meski perih, kasih sayang ibu selalu menemukan jalannya. Sebab tak ada doa yang sia-sia, dan tak ada hati yang terlalu keras bagi kuasa Allah. Sebuah pelukan mungkin terasa jauh hari ini, tetapi lewat doa dan keteguhan, insya Allah, pintu hati sang anak akan kembali terbuka.