Ilustrasi hewan dan manusia
Terasmuslim.com - Tak hanya manusia, hewan pun disebut akan mengalami pengumpulan dan pengadilan di hari kiamat. Hal ini dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadits, yang menegaskan bahwa keadilan Allah berlaku untuk seluruh makhluk, termasuk hewan yang tidak berakal.
Dalam Surah Al-An’am ayat 38, Allah menyatakan bahwa semua makhluk hidup di bumi, termasuk binatang, merupakan umat seperti manusia dan akan dikumpulkan kepada-Nya. Ayat ini menunjukkan bahwa hewan juga memiliki peran dalam sistem keadilan ilahi di akhirat, meskipun mereka tidak dibebani tanggung jawab agama seperti manusia.
Nabi Muhammad ﷺ juga pernah menyampaikan bahwa hewan yang saling menyakiti akan diperlakukan dengan adil. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim disebutkan, "Akan diberikan hak kepada setiap yang memiliki hak pada hari kiamat, hingga kambing tanpa tanduk akan dibalas dari kambing yang menanduknya." Hadits ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun bentuk kezaliman yang akan dibiarkan, bahkan di antara hewan sekalipun.
Namun berbeda dengan manusia, hewan tidak akan masuk surga atau neraka. Setelah proses keadilan ditegakkan, hewan-hewan itu akan dikembalikan ke tanah. Hal ini ditegaskan oleh para mufasir saat menjelaskan Surah An-Naba ayat 40. Dalam ayat tersebut, digambarkan bagaimana orang kafir berharap menjadi tanah, setelah menyaksikan bahwa hewan-hewan berakhir demikian tanpa balasan siksa ataupun pahala.
Fenomena ini memberikan pesan moral yang kuat: Islam memandang keadilan sebagai prinsip universal yang tidak hanya berlaku untuk manusia, tetapi untuk seluruh ciptaan Allah. Perlakuan terhadap hewan pun akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, ajaran Islam menekankan agar manusia berlaku adil, penuh kasih sayang, dan tidak zalim kepada makhluk lain, termasuk hewan.