Ilustrasi foto THR anak
Terasmuslim.com - Fenomena orang tua memakai THR anak tanpa izin kini sering terjadi. Secara hukum Islam, hak anak adalah amanah yang wajib dijaga oleh orang tua. Mengambilnya tanpa izin dapat tergolong ghulul (mengambil hak orang lain) dan berdosa.
Al-Qur’an menegaskan, “Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan batil” (QS. Al-Baqarah: 188). Anak memiliki hak penuh atas THR yang diterimanya. Orang tua wajib menghormati hak ini dan tidak boleh menyalahgunakannya demi kepentingan pribadi.
Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang yang menzalimi anak yatim akan datang pada hari kiamat dengan tangannya terikat” (HR. Bukhari). Meskipun anak bukan yatim, prinsip adil tetap berlaku. Mengambil THR anak tanpa izin termasuk menyakiti hak mereka dan mengurangi keadilan.
Dalam fiqh, THR anak masuk kategori harta yang harus diserahkan langsung kepadanya. Orang tua boleh menasihati atau membimbing penggunaannya, tapi tidak boleh menggunakan untuk kepentingan sendiri tanpa izin. Jika dilakukan, hukumnya haram dan berdosa.
Ulama menekankan pentingnya mendidik anak mengenai tanggung jawab dan nilai harta. Memberikan THR kepada anak bertujuan mengajarkan kejujuran, kemandirian, dan syukur. Menyalahgunakan THR anak akan merusak pendidikan akhlak dan nilai kepercayaan.
Selain dosa, mengambil THR anak tanpa izin dapat menimbulkan konflik keluarga. Anak merasa haknya diabaikan dan kepercayaan terhadap orang tua berkurang. Islam mendorong hubungan harmonis dan keadilan dalam keluarga sebagai bentuk ibadah sosial.
Kesimpulannya, memakai THR anak tanpa izin hukumnya haram dalam Islam. Orang tua wajib menjaga hak anak dan mencontohkan keadilan serta amanah. Memberikan THR kepada anak sesuai aturan syariat menjadi sarana pendidikan akhlak dan pahala bagi keluarga.