• KEISLAMAN

Menjaga Kemurnian Aqidah

Yahya Sukamdani | Kamis, 02/04/2026
Menjaga Kemurnian Aqidah Ilustrasi foto Islam dan Al quran

Terasmuslim.com - Mengenal berbagai aliran yang berkembang di dunia Islam merupakan langkah preventif untuk menjaga kemurnian aqidah Ahlussunnah wal Jamaah. Syiah memiliki akar sejarah dan doktrin yang berbeda secara fundamental dalam memandang otoritas kepemimpinan setelah wafatnya Rasulullah SAW. Tanpa pemahaman yang memadai, seorang Muslim berisiko terpengaruh oleh narasi yang terlihat religius namun menyimpan penyimpangan substansial.

Al-Qur`an dalam Surah Ali Imran ayat 103 memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai. Namun, persatuan haruslah berlandaskan pada kebenaran tauhid dan mengikuti jalan para Sahabat yang telah diridai oleh Allah SWT. Islam melarang adanya pengultusan kepada makhluk secara berlebihan karena hal tersebut dapat merusak keikhlasan ibadah kita kepada-Nya.

Salah satu titik kritis perbedaan Syiah adalah doktrin imamah yang menempatkan para imam pada derajat yang dianggap maksum atau bebas dosa. Hal ini bertentangan dengan prinsip Islam bahwa hanya Nabi dan Rasul yang mendapatkan penjagaan wahyu dari kesalahan dalam menyampaikan risalah. Penempatan manusia biasa pada posisi yang setara dengan kenabian merupakan gerbang menuju pengikisan otoritas Al-Qur`an dan Sunnah.

Rasulullah SAW dalam hadis yang mutawatir telah berpesan agar umatnya senantiasa mengikuti Sunnah beliau dan Sunnah para Khulafaur Rasyidin yang terpuji. Syiah secara ekstrem justru mencela sebagian besar Sahabat Nabi, termasuk Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab yang sangat dicintai Rasulullah. Tindakan mencerca Sahabat merupakan pelanggaran berat terhadap kehormatan generasi terbaik yang telah menjamin sampainya Islam kepada kita.

Paham Syiah juga mengenal konsep Taqiyyah, yaitu menyembunyikan keyakinan yang sebenarnya di hadapan orang lain demi keamanan atau strategi. Prinsip ini seringkali menyulitkan dialog yang jujur karena adanya perbedaan antara pernyataan lahiriah dengan keyakinan batiniah yang mereka pegang. Sebagai Muslim, kita dituntut untuk bersikap jujur dan transparan dalam menyampaikan kebenaran agama tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Umat Islam perlu mewaspadai gerakan dakwah mereka yang sering masuk melalui isu-isu persatuan semu atau kecintaan terhadap Ahlu Bait. Mencintai keluarga Nabi adalah kewajiban bagi setiap Muslim, namun tidak boleh dilakukan dengan cara melampaui batas atau merendahkan Sahabat lainnya. Mempelajari sejarah Islam dari sumber yang otoritatif menjadi benteng utama agar iman tidak goyah oleh syubhat yang beredar.

Hanya dengan kembali kepada tuntunan Al-Qur`an dan hadis yang sahih, kita dapat terjaga dari segala bentuk pemikiran yang menyesatkan. Marilah kita memperdalam ilmu agama melalui para ulama yang istikamah di atas jalan salafus saleh demi keselamatan di dunia dan akhirat. Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita di atas agama-Nya dan menjauhkan kita dari fitnah aliran yang menyimpang.