• KEISLAMAN

Seblang Disorot, Bagaimana Pandangan Islam Soal Kerasukan?

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 18/04/2025
Seblang Disorot, Bagaimana Pandangan Islam Soal Kerasukan? Ilustrasi ritual Seblang yang menjadi sorotan (Foto: detik)

Terasmuslim.com - Ritual tradisional Seblang di Banyuwangi kembali menjadi sorotan publik. Salah satu aspek paling menarik dari tradisi ini adalah klaim bahwa sang penari dirasuki oleh roh leluhur sebelum menari. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan: bagaimana sebenarnya Islam memandang fenomena “kerasukan roh” atau makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh manusia?

Dalam ajaran Islam, keberadaan jin, makhluk halus, dan fenomena kesurupan diakui sebagai sesuatu yang nyata. Hal ini berdasarkan dalil-dalil dalam Al-Qur`an maupun hadits Nabi Muhammad SAW.

Islam mengenal istilah "masuknya jin ke dalam tubuh manusia" (ṣarʿ al-jinn). Fenomena ini bisa terjadi dan diakui oleh banyak ulama. Allah SWT berfirman:

"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran tekanan penyakit gila."
(QS. Al-Baqarah: 275)

Ayat ini menunjukkan bahwa setan atau jin memang bisa mempengaruhi atau bahkan merasuki tubuh manusia.

Mayoritas ulama dari kalangan Ahlussunnah wal Jama`ah, seperti Imam Ibn Taymiyyah, mengakui kemungkinan jin merasuki tubuh manusia. Ibn Taymiyyah bahkan menyebutkan bahwa jin bisa memengaruhi pikiran, gerakan, dan bahkan suara seseorang.

Namun, penting untuk dipahami bahwa dalam Islam, ritual yang melibatkan "undangan" atau "permintaan" kepada jin atau roh untuk masuk ke dalam tubuh seseorang sangat dilarang.

Ritual Seblang diyakini sebagian pelakunya sebagai bentuk komunikasi dengan roh leluhur atau makhluk gaib. Dalam Islam, praktik seperti ini masuk dalam kategori tasyabbuh bil-kahin (menyerupai dukun) atau tathayyur (keyakinan mistis yang tidak berdasar syariat).

Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barang siapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu mempercayai ucapannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW."
(HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Islam sangat menekankan agar umat tidak bergantung pada bantuan jin atau roh gaib, apalagi menjadikannya bagian dari ibadah atau tradisi turun-temurun yang menyelisihi tauhid.

Islam menghormati budaya, selama budaya itu tidak bertentangan dengan akidah dan syariat. Namun, jika sebuah ritual melibatkan unsur kesyirikan, pemujaan, atau meminta pertolongan kepada selain Allah, maka ia dilarang keras.

Fenomena kerasukan atau roh masuk ke tubuh memang diakui dalam Islam, namun tidak untuk dijadikan bagian dari ritual atau pertunjukan. Ritual seperti Seblang, jika mengandung unsur pemanggilan roh atau ketergantungan kepada makhluk halus, patut ditinjau ulang dari sisi akidah. Umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga tradisi dengan nilai-nilai syariat yang benar, tanpa mengorbankan tauhid.