KEISLAMAN

Bahaya Utang Konsumtif Bagi Keharmonisan Keluarga Muslim

Yahya Sukamdani| Kamis, 18/06/2026
Dampak buruk jeratan utang konsumtif terhadap ketenteraman keluarga Muslim. Ilustrasi foto liburan tapi masih punya hutang

Terasmuslim.com - Gaya hidup modern yang serba cepat sering kali menjebak masyarakat ke dalam budaya konsumatisme yang berlebihan.

Banyak keluarga Muslim yang memaksakan diri memenuhi keinginan sekunder demi menjaga gengsi sosial semata.

Fenomena ini memicu maraknya kebiasaan berutang hanya untuk membiayai kebutuhan yang bersifat konsumtif belaka.

Padahal, utang yang tidak mendesak dapat menjadi bom waktu yang merusak stabilitas finansial rumah tangga.

Baca juga :

Islam memandang utang sebagai perkara berat yang tidak boleh disepelekan oleh setiap individu beriman.

Kitab suci Al-Qur`an secara tegas mengingatkan manusia untuk tidak bersikap boros dalam membelanjakan harta.

Larangan mengenai perilaku mubazir dan konsumtif ini termaktub dalam Surah Al-Isra ayat 27.

"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra [17]: 27).

Rasulullah SAW juga senantiasa berdoa agar terhindar dari lilitan utang yang mendatangkan kesedihan.

Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW kerap berdoa dalam shalat: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan terlilit utang." (HR. Bukhari).

Ketika ditanya mengapa beliau sering memohon perlindungan dari utang, Rasulullah SAW menjelaskan dampak buruknya bagi moralitas seseorang.

Beliau bersabda: "Sesungguhnya seseorang apabila berutang, jika berbicara ia berdusta dan jika berjanji ia mengingkari." (HR. Bukhari).

Secara psikologis, utang konsumtif yang menumpuk akan merenggut ketenangan batin seluruh anggota keluarga Anda.

Rasa cemas akibat kejaran tagihan bulanan sering kali memicu pertengkaran hebat antara suami dan istri.

Banyak keharmonisan rumah tangga yang akhirnya hancur berantakan akibat beban finansial yang di luar batas kemampuan.

Oleh karena itu, mengontrol syahwat belanja dan hidup qanaah adalah benteng utama pertahanan keluarga.

Mari bersama-sama menata kembali keuangan keluarga demi mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

TAGS : utang dalam Islam larangan boros gaya hidup

Terkini