Ilustrasi foto jamaah berbuat baik
Terasmuslim.com - Menjalani ibadah umrah di usia senja merupakan sebuah pembuktian cinta yang luar biasa dari seorang hamba.
Langkah kaki yang tidak lagi perkasa harus berhadapan dengan padatnya lautan manusia yang mengelilingi Kabah.
Namun, keterbatasan fisik sama sekali tidak menyurutkan semangat membara para jemaah lansia untuk menyelesaikan tawaf.
Setiap jengkal langkah di atas marmer putih Masjidil Haram dilewati dengan untaian zikir dan derai air mata kepasrahan.
Keteguhan hati dalam menghadapi ujian fisik ini sangat selaras dengan janji Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 286:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
Saat memasuki tahapan sa`i antara Safa dan Marwah, perjuangan fisik yang dirasakan pun kian mencapai puncaknya.
Rasa lelah yang mendera disikapi sebagai bentuk pengorbanan suci demi meraih ridha dan ampunan dari Sang Pencipta.
Pemerintah dan pihak travel kini telah menyediakan fasilitas kursi roda serta jalur khusus demi melindungi keselamatan mereka.
Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan umatnya untuk memberikan penghormatan dan kasih sayang khusus kepada orang tua.
Dalam sebuah hadist riwayat Imam Abu Dawud, Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai kemuliaan menghormati lansia:
"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati orang Muslim yang sudah berusia lanjut."
Saling membantu antarjemaah muda kepada jemaah lansia menjadi pemandangan indah yang menghiasi setiap sudut tempat ibadah.
Keikhlasan para lansia dalam menahan rasa sakit di persendian mereka menjadi tamparan spiritual bagi jemaah yang muda.
Ketika putaran ketujuh sa`i berhasil diselesaikan, rona kebahagiaan dan rasa syukur seketika membuncah di wajah-wajah senja itu.
Perjuangan berat ini menjadi saksi nyata bahwa kekuatan iman mampu mengalahkan segala kelemahan fisik manusia.
Semoga Allah SWT menerima setiap peluh keringat jemaah lansia dan menganugerahi mereka pahala umrah yang mabrur.