TOUR & TRAVEL

Pentingnya Prinsip Syariah dalam Pengelolaan Travel Umrah

Yahya Sukamdani| Selasa, 09/06/2026
Menjaga amanah umat melalui tata kelola travel haji yang sesuai syariat. Ilustrasi foto agen travel dan calon jamaah haji atau umrah

Terasmuslim.com - Pengelolaan travel haji dan umrah yang profesional wajib meletakkan prinsip syariah sebagai fondasi utama dalam seluruh lini operasionalnya.

Hal ini krusial mengingat perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar urusan bisnis pariwisata, melainkan ibadah sakral umat Muslim.

Setiap pelaku usaha travel memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan hak-hari jemaah terpenuhi dengan penuh keterbukaan.

Penerapan prinsip syariah ini meliputi akad yang jelas, transparansi harga, hingga kepastian fasilitas hotel dan transportasi yang dijanjikan.

Allah SWT telah memberikan perintah yang sangat tegas di dalam Al-Qur`an untuk selalu menepati setiap janji dan kesepakatan.

"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji (akad-akad) itu." (QS. Al-Ma`idah: 1).

Ayat tersebut menjadi rambu hukum agar penyelenggara tidak melakukan manipulasi (gharar) yang dapat merugikan serta mengecewakan jemaah.

Bisnis yang berkah hanya akan terwujud apabila ada rasa saling ridha dan kejujuran antara pihak travel dengan calon jemaah.

Oleh karena itu, skema ponzi atau investasi bodong berkedok umrah murah harus dijauhi karena bertentangan dengan syariat Islam.

Pihak manajemen juga wajib memastikan bahwa pembimbing ibadah yang disediakan memiliki kompetensi fikih haji yang mumpuni.

Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan para pedagang dan pengusaha untuk bersikap jujur agar mendapatkan keberkahan yang berlipat.

"Dua orang yang berjual beli memiliki hak pilih selama belum berpisah; jika keduanya jujur dan terbuka, maka diberkahi jual beli mereka." (HR. Bukhari).

Pesan hadist ini menjadi dasar bahwa keterbukaan informasi mengenai paket perjalanan adalah kunci utama kepercayaan konsumen.

Ketika travel dikelola sesuai tuntunan agama, jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa dibayangi rasa cemas akan penipuan.

Keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan pun akan berubah menjadi pahala jariyah karena ikut membantu kelancaran ibadah umat.

Mari kita dukung ekosistem travel haji dan umrah yang bersih, amanah, serta berkomitmen penuh pada nilai-nilai syariah.

TAGS : tata kelola travel travel syariah hukum bisnis

Terkini