KEISLAMAN

Panduan Islam Menjaga Toleransi dan Kerukunan Bermasyarakat

Yahya Sukamdani| Sabtu, 13/06/2026
Cara merawat kedamaian hidup bersama dalam bingkai perbedaan sosial. Ilustrasi foto tetangga rukun

Terasmuslim.com - Menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk merupakan salah satu pilar penting dalam menciptakan kedamaian hidup bersama.

Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi alam semesta sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarsesama manusia.

Perbedaan suku, bangsa, dan keyakinan di dunia ini merupakan sunnatullah yang sengaja diciptakan agar manusia saling mengenal.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an Surat Al-Hujurat ayat 13 tentang tujuan utama dari adanya keberagaman tersebut.

Baca juga :

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal." (QS. Al-Hujurat: 13).

Melalui ayat mulia ini, kita diajarkan bahwa keberagaman bukan rintangan, melainkan sarana untuk merajut harmoni sosial.

Dalam kehidupan beragama, Islam juga melarang keras adanya pemaksaan kehendak atau keyakinan kepada pemeluk agama lain.

Prinsip kebebasan beragama ini tertuang jelas dalam Al-Qur`an Surat Al-Baqarah ayat 256 yang menegaskan tidak ada paksaan dalam menganut Islam.

Rasulullah SAW pun memberikan teladan yang sangat indah dalam berinteraksi dengan kaum non Muslim di Madinah secara adil dan manusiawi.

Beliau menekankan pentingnya melindungi hak-hak warga non Muslim yang hidup berdampingan secara damai di bawah naungan piagam kesepakatan.

Sebagaimana hadist riwayat Abu Dawud: "Ketahuilah, barangsiapa yang menzalimi seorang mu`ahad (non Muslim yang mengikat perjanjian damai) atau mengurangi haknya, maka aku adalah penuntutnya di hari kiamat."

Oleh karena itu, sikap toleransi yang benar dalam Islam adalah menghormati hak sosial mereka tanpa harus mengorbankan akidah kita.

Menjaga kerukunan bisa dimulai dari hal kecil, seperti saling bertegur sapa, kerja bakti, dan membantu tetangga yang tertimpa musibah.

Hindarilah sikap fanatisme buta yang dapat memicu gesekan, radikalisme, maupun perpecahan di tengah lingkungan tempat tinggal kita.

Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kita kelapangan dada untuk menjaga persatuan dan kedamaian di bumi pertiwi ini.

TAGS : toleransi dalam Islam kerukunan bermasyarakat adab sosial

Terkini