KEISLAMAN

Jaga Hati dari Penyakit Kurang Syukur, Bahaya Salah Memilih Lingkaran Pergaulan

Yahya Sukamdani| Minggu, 19/04/2026
Hindari pertemanan yang membuatmu kufur nikmat dan memandang rendah takdir. Ilustrasi teman mengajak ke masjid

Terasmuslim.com - Interaksi sosial dengan teman yang memiliki gaya hidup mewah terkadang tanpa sadar dapat mempengaruhi stabilitas kesehatan mental dan spiritual kita.

Sering kali, melihat kemegahan harta orang lain memicu rasa iri yang perlahan mengikis rasa syukur atas apa yang telah kita genggam.

Jika intensitas pertemuan dengan lingkungan tersebut justru membuatmu merasa kecil hati dan tidak puas, maka saatnya untuk menjaga jarak.

Kondisi hati yang mulai meremehkan rezeki dari Allah adalah tanda peringatan bahwa iman sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.

Baca juga :

Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan praktis agar kita selalu melihat ke bawah dalam urusan duniawi demi menjaga kebersihan hati.

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, beliau bersabda: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang di atasmu."

Sikap ini bertujuan agar kita tidak meremehkan satu pun nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita setiap harinya.

Allah SWT juga mengingatkan dalam Surah Ibrahim ayat 7 bahwa syukur adalah kunci bertambahnya nikmat, sementara kufur akan membawa azab.

Pergaulan yang sehat seharusnya mendekatkan kita pada Sang Pencipta, bukan justru membuat kita sibuk membandingkan nasib dengan makhluk-Nya.

Memilih lingkungan yang sederhana namun kaya akan rasa syukur jauh lebih menyelamatkan daripada lingkungan mewah yang penuh dengan keluh kesah.

Membatasi pertemuan bukan berarti memutus silaturahmi, melainkan upaya melindungi diri dari fitnah dunia yang bisa membutakan mata hati.

Seseorang cenderung mengikuti agama atau gaya hidup teman dekatnya, sehingga selektivitas dalam bergaul menjadi sebuah kewajiban syar`i.

Ingatlah bahwa setiap harta yang dimiliki orang lain akan dihisab, sementara ketenangan hati dalam syukur adalah kekayaan yang paling hakiki.

Fokuslah memperbaiki kualitas ibadah dan produktivitas daripada menghabiskan energi untuk mengejar gaya hidup yang tidak ada habisnya.

Dengan menjauh dari lingkaran yang membawa pengaruh negatif, kita memberikan ruang bagi hati untuk kembali mencintai pemberian Allah apa adanya.

TAGS : Kurang syukur Menjaga hati pergaulan sehat Islami

Terkini