• KEISLAMAN

Menghidupkan Sunnah Berbincang Sebelum Tidur

Yahya Sukamdani | Minggu, 19/04/2026
Menghidupkan Sunnah Berbincang Sebelum Tidur Ilustrasi suami istri di kamar

Terasmuslim.com - Aktivitas malam hari seorang Muslim bukan hanya sekadar untuk beristirahat fisik, tetapi juga menjadi momentum emas untuk mempererat ikatan batin dengan pasangan.

Mengobrol santai atau bercengkerama dengan istri sebelum memejamkan mata ternyata merupakan bagian dari kebiasaan mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan cara efektif untuk mencairkan ketegangan setelah seharian bergelut dengan kesibukan duniawi.

Islam sangat memperhatikan kualitas hubungan interpersonal dalam rumah tangga, bahkan untuk urusan komunikasi yang terlihat sederhana sekalipun.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 19 agar para suami senantiasa bergaul dengan istri-istri mereka secara patut dan baik.

Pergaulan yang baik atau mu’asyarah bil ma’ruf mencakup pemberian perhatian, mendengarkan curahan hati, serta memberikan kata-kata yang menyejukkan.

Dalam sebuah riwayat dari Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering berbincang-bincang dengan beliau sesaat sebelum beliau beristirahat malam.

Tindakan Nabi ini menunjukkan betapa pentingnya memberikan waktu khusus bagi istri agar ia merasa dihargai dan dicintai seutuhnya.

Obrolan malam hari adalah saat yang tepat untuk saling berbagi cerita, bercanda, hingga merencanakan masa depan keluarga dalam suasana yang tenang.

Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik kalian adalah yang paling baik sikapnya terhadap keluarganya, dan beliau adalah yang terbaik bagi keluarga beliau.

Komunikasi yang intens sebelum tidur dapat menjadi penangkal keretakan rumah tangga serta mencegah masuknya bisikan-bisikan negatif dari luar.

Dengan saling memahami isi hati melalui obrolan ringan, potensi kesalahpahaman antara suami dan istri dapat diminimalisir secara signifikan.

Langkah kecil ini membawa keberkahan karena setiap kebaikan yang dilakukan suami untuk membahagiakan istrinya bernilai pahala sedekah.

Jangan biarkan gawai atau kelelahan menghentikan kemesraan yang telah disyariatkan, demi terciptanya rumah tangga yang penuh limpahan rahmat.

Mari hidupkan kembali sunnah yang mulai terlupakan ini agar setiap malam di rumah kita menjadi ladang amal menuju surga.