• TOUR & TRAVEL

Travel Penyelenggara Umrah dan Haji Ditutup Akibat Menyalahgunakan Dana Jamaah

Yahya Sukamdani | Selasa, 13/01/2026
Travel Penyelenggara Umrah dan Haji Ditutup Akibat Menyalahgunakan Dana Jamaah Ilustrasi foto travel haji dan umrah

Terasmuslim.com - Penutupan travel penyelenggara umrah dan haji akibat tidak komitmen dalam penggunaan uang jamaah sesuai peruntukannya merupakan bentuk penegakan keadilan. Dalam Islam, dana jamaah adalah amanah besar yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah. Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya” (QS. An-Nisa: 58). Ayat ini menegaskan bahwa setiap harta titipan wajib dijaga dan digunakan sebagaimana tujuan awalnya.

Menggunakan dana jamaah untuk kepentingan lain—seperti menutup kerugian operasional, kepentingan pribadi, atau investasi tanpa izin—termasuk perbuatan memakan harta orang lain secara batil. Allah ﷻ berfirman: “Dan janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil” (QS. Al-Baqarah: 188). Perbuatan ini tidak hanya melanggar etika bisnis, tetapi juga merupakan dosa besar karena menzalimi jamaah yang telah berniat menunaikan rukun Islam.

Rasulullah ﷺ menempatkan amanah sebagai tolok ukur keimanan. Beliau bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah” (HR. Ahmad). Hadis ini menunjukkan bahwa pengelola travel yang mengkhianati dana ibadah telah mencederai nilai iman dan tanggung jawab syar’i. Oleh karena itu, penutupan izin operasional travel dapat dipandang sebagai upaya mencegah kerusakan yang lebih luas dan melindungi masyarakat dari praktik muamalah yang haram.

Dalam pandangan Islam, pihak penyelenggara yang melakukan pelanggaran wajib bertobat dengan sungguh-sungguh, mengembalikan seluruh hak jamaah, dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat ingin merusaknya, maka Allah akan merusaknya” (HR. Bukhari). Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa pengelolaan dana haji dan umrah harus dilandasi kejujuran, komitmen, dan rasa takut kepada Allah ﷻ, karena kelalaian di dunia akan berbuah hisab yang berat di akhirat.