KEISLAMAN

Sumber Berita Peramal, Paranormal, dan Dukun dalam Pandangan Islam

Yahya Sukamdani| Selasa, 11/11/2025
Islam melarang keras mencari berita atau kebenaran melalui peramal, paranormal, dan dukun, karena hal itu termasuk bentuk kesyirikan dan mengikuti bisikan setan.
  Ilustrasi peramal

Terasmuslim.com - Dalam Islam, segala urusan gaib hanya diketahui oleh Allah ﷻ. Tidak ada makhluk, termasuk manusia, jin, atau malaikat, yang mengetahui perkara gaib kecuali atas izin-Nya. Allah berfirman, “Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65). Karena itu, siapa pun yang mengaku tahu masa depan atau memberikan berita gaib tanpa dasar wahyu adalah pendusta. Peramal, paranormal, dan dukun sering kali bekerja sama dengan jin untuk menipu manusia dengan berita yang bercampur antara kebenaran dan kebohongan.

Rasulullah ﷺ telah memperingatkan keras tentang hal ini. Beliau bersabda, “Barang siapa mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain, beliau bersabda, “Barang siapa mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad). Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa mempercayai sumber berita dari dukun dan peramal merupakan dosa besar yang bisa merusak akidah.

Sumber berita yang disampaikan oleh peramal dan dukun sejatinya berasal dari bisikan setan. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa setan mencuri dengar berita langit, lalu menambahinya dengan seratus kebohongan (HR. Bukhari). Dengan demikian, berita-berita dari paranormal dan dukun tidak dapat dipercaya, meski tampak benar di permukaan. Mereka hanya memperdaya manusia agar berpaling dari Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber kebenaran sejati.

Umat Islam diperintahkan untuk mencari petunjuk dan kebenaran hanya dari Allah melalui wahyu-Nya. Jika seseorang ingin tahu jalan hidupnya, hendaklah ia bertawakal kepada Allah dan memperbanyak doa serta istikharah, bukan mendatangi dukun. Allah berfirman, “Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang beriman bertawakal.” (QS. At-Taghabun: 13). Dengan menjauhi praktik perdukunan dan ramalan, seorang Muslim menjaga kemurnian tauhid dan keimanannya dari tipu daya setan.

Baca juga :
TAGS : sumber berita gaib larangan perdukunan akidah Islam

Terkini