
Ilustrasi api yang sangat panas
Terasmuslim.com - Api merupakan salah satu elemen penciptaan paling krusial yang memiliki dua dimensi kontradiktif di dalam ajaran Islam.
Di satu sisi, kehadiran api di dunia merupakan fasilitas luar biasa yang menopang peradaban dan kelangsungan hidup manusia.
Tanpa adanya energi panas dari api, manusia akan kesulitan memasak makanan dan menghangatkan diri dari dinginnya iklim.
Al-Qur`an secara indah mengajak manusia untuk merenungkan asal-usul nikmat api yang sering kali dianggap remeh ini.
"Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dari kayu)? Kamukah yang menumbuhkan kayunya atau Kamikah yang menumbuhkannya?" (QS. Al-Waqi`ah: 71-72)
Melalui ayat tersebut, Allah SWT menegaskan bahwa manusia sejatinya hanya memanfaatkan energi yang telah disediakan oleh-Nya.
Namun di sisi lain, api juga diciptakan sebagai instrumen siksaan yang paling mengerikan bagi para pendosa di akhirat kelak.
Kobaran api neraka menjadi simbol keadilan mutlak dari Allah untuk menghukum makhluk yang sombong dan enggan bertobat.
Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan umatnya agar tidak menyamakan panasnya api dunia dengan dahsyatnya api neraka.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, beliau bersabda bahwa api yang kita gunakan di dunia ini hanyalah satu per tujuh puluh bagian dari panasnya api neraka jahanam.
Mendengar hal itu, para sahabat bergumam bahwa api dunia saja sebenarnya sudah sangat cukup untuk menyiksa manusia.
Oleh karena itu, setiap kali melihat atau merasakan panasnya api di dunia, seorang muslim dianjurkan untuk segera beristigfar.
Refleksi terhadap api dunia seharusnya mampu mempertebal rasa takut kita terhadap ancaman siksa hari pembalasan.
Kesadaran akan dua fungsi api ini mendidik manusia untuk selalu bersyukur atas manfaatnya dan waspada terhadap maksiat.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga iman kita dan menjauhkan jasad kita dari sentuhan api neraka yang menyala-nyala.
TAGS : nikmat api siksa api hadis panas neraka