
Ilustrasi foto ruh diangkat dari kubur
Terasmuslim.com - Fenomena alam yang terjadi di sekitar kita sejatinya bukan sekadar siklus biologis tanpa makna.
Setiap helai daun hijau yang tumbuh dari tanah kering menyimpan rahasia besar tentang masa depan eksistensi manusia.
Allah SWT secara eksplisit menantang akal manusia untuk merenungkan bagaimana bumi yang mati bisa kembali hidup.
Dalam Surah Qaf ayat 11, Allah berfirman yang artinya, "Dan Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati; seperti itulah terjadinya kebangkitan."
Ayat kauniyah (tanda-tanda alam) ini menjadi hujah tak terbantahkan bagi orang-orang yang meragukan kehidupan setelah kematian.
Secara ilmiah, air hujan memicu biji-bijian yang tertidur di dalam tanah untuk bersemi dan menghijaukan lanskap yang gersang.
Analoginya persis seperti jasad manusia yang telah hancur dan kelak akan dibangkitkan kembali dari tulang ekornya.
Rasulullah SAW memperkuat hakikat ini dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Muslim mengenai proses penciptaan ulang manusia.
Beliau bersabda bahwa seluruh tubuh manusia akan hancur dimakan tanah kecuali tulang ekor, dan dari sanalah manusia dirakit kembali.
Nabi SAW kemudian mengibaratkan proses kebangkitan tersebut seperti tumbuhnya sayuran atau tanaman hijau akibat guyuran air hujan.
Siklus hidrologi dan botanis ini merupakan miniatur hari berbangkit yang sengaja dipamerkan Allah di bumi setiap hari.
Media Islami mengajak pembaca sekalian untuk tidak sekadar mengagumi keindahan visual dari hamparan vegetasi hijau.
Di balik kesegaran klorofil yang memberi oksigen bagi dunia, ada pengingat sunyi bahwa kita semua akan dibangunkan dari kubur.
Maka, setiap kali mata kita memandang pohon yang bertunas, tumbuhlah pula keyakinan akan janji akhirat yang pasti datang.
Mari persiapkan bekal amal terbaik sebelum takdir menjemput dan kita dibangkitkan layaknya benih hijau yang keluar dari rahim bumi.
TAGS : tumbuhan hijau bukti hari kiamat kebangkitan manusia