
Ilustrasi foto menerima rezeki,takdir dan kematian
Terasmuslim.com - Beriman kepada takdir (qadar) merupakan salah satu dari enam rukun iman yang wajib diyakini setiap muslim. Iman kepada takdir berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi baik maupun buruk telah ditetapkan oleh Allah SWT dengan ilmu dan kehendak-Nya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).” (QS. Al-Qamar: 49). Ayat ini menegaskan bahwa segala peristiwa di alam semesta berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah Allah tetapkan sejak sebelum penciptaan langit dan bumi.
Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits riwayat Muslim: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Hadits ini menegaskan bahwa keimanan seseorang belum sempurna sebelum ia meyakini bahwa semua hal yang terjadi adalah atas izin dan ketetapan Allah SWT. Dengan keyakinan ini, seorang mukmin tidak akan mudah berputus asa ketika diuji dan tidak akan sombong ketika diberi nikmat.
Beriman kepada takdir tidak berarti pasrah tanpa usaha. Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki kehendak dan tanggung jawab untuk berikhtiar. Rasulullah SAW bersabda: “Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.” (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan keseimbangan antara usaha dan tawakal, bahwa setiap langkah hidup harus diiringi dengan kepercayaan kepada ketentuan Allah SWT.