KEISLAMAN

Beriman kepada Takdir Allah, Ini Maknanya

Yahya Sukamdani| Selasa, 25/11/2025
Iman kepada takdir adalah pilar akidah yang menumbuhkan ketenangan, kesabaran, dan keyakinan bahwa semua terjadi dengan hikmah Allah. Ilustrasi foto menerima rezeki,takdir dan kematian

Terasmuslim.com - Iman kepada takdir (qadha dan qadar) merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Allah menjelaskan dalam QS. Al-Qamar: 49: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kejadian di dunia berjalan sesuai ketetapan Allah yang penuh hikmah. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan, karena semua sudah berada dalam pengetahuan dan kehendak Allah.

Rasulullah SAW menegaskan urgensi beriman kepada takdir dalam hadis sahih ketika beliau menjawab pertanyaan Malaikat Jibril tentang iman. Beliau bersabda: “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun buruk.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa tidak sempurna iman seseorang tanpa membenarkan bahwa baik dan buruk yang terjadi adalah ketentuan Allah.

Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa apa pun yang menimpa seorang hamba telah Allah tetapkan sebelum terjadi. Dalam QS. Al-Hadid: 22, Allah berfirman: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab sebelum Kami mewujudkannya.” Ayat ini mengajarkan bahwa keyakinan terhadap takdir memberikan ketenteraman, karena seorang hamba menyadari bahwa semua ujian sudah diatur dengan hikmah yang sering kali belum dipahami manusia.

Rasulullah SAW memberikan panduan agar seorang muslim tetap berusaha maksimal, namun menyerahkan hasilnya kepada Allah. Beliau bersabda: “Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa iman kepada takdir bukan alasan untuk pasrah tanpa usaha, tetapi membuat seorang muslim tetap berharap kepada Allah setelah ikhtiar terbaik dilakukan.

Baca juga :

Beriman kepada takdir melahirkan ketenangan hati, karena seorang hamba memahami bahwa apa yang luput darinya memang bukan rezekinya, dan apa yang datang padanya tidak mungkin terlewat. Keyakinan ini menjaga muslim dari putus asa, iri hati, dan ketakutan berlebihan. Dengan iman kepada takdir, seorang hamba menghadapi hidup dengan lebih tegar, lebih berserah, dan lebih yakin bahwa Allah selalu mengatur yang paling baik untuk dirinya.

TAGS : iman kepada takdir qadha dan qadar tawakal

Terkini